PADANG PARIAMAN — Alfinaldi menerima amanah sebagai Labai RK XII setelah melalui tahapan adat yang dipimpin Apuak Tuangku Lelo Dirajo. Warga yang hadir membludak hingga ruangan MDTA Al-Hikmah tak mampu menampung seluruh hadirin, sehingga tenda didirikan di halaman Masjid Raya Kampuang Pauh.
Alfinaldi bukan sosok baru bagi warga setempat. Selama ini ia aktif mengajar mengaji di sejumlah TPQ, surau, dan masjid. Kini wilayah pengabdiannya mencakup RK XII Bukik Kuduang Kampuang Pauh, Bukik Pinang, dan Bukik Caliak.
Nuansa adat Minangkabau terasa kuat sepanjang acara. Pepatah-petitih bersahutan dalam tradisi kata sambah yang disampaikan Janang Palo Mudo kepada alim ulama, dilanjutkan tahapan adat hingga penyampaian niat dan maksud tuan rumah.
Setelah dikukuhkan, Alfinaldi menerima pesan-pesan keagamaan sebagai bekal menjalankan amanah. Prosesi ditutup dengan penyembelihan seekor kambing dan makan bajamba.
Hadir dalam acara itu ninik mamak, alim ulama, tuangku, tokoh masyarakat, urang sumando, bundo kanduang, pemuda, serta warga dari sejumlah wilayah sekitar.
Camat V Koto Kampung Dalam Dedi Spendri menyambut baik pengukuhan tersebut. Ia menegaskan dukungan pemerintah terhadap kearifan lokal yang berlandaskan falsafah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.
Menurut Dedi, nilai adat dan agama merupakan fondasi penting dalam menjaga tatanan sosial masyarakat.
Wakil Dt. Lelo Dirajo, Drs. Tafril, mewakili ninik mamak menyebut keberadaan Labai definitif sangat penting sebagai tempat masyarakat menyampaikan kabar baik maupun kabar buruk. Ia menekankan tugas Labai bukan sekadar urusan keagamaan, melainkan juga pengabdian sosial, terutama mengoordinasikan penyelenggaraan musibah kematian.
Tafril mengajak masyarakat memperkuat silaturahmi dan mendukung Alfinaldi dalam menjalankan tugasnya.
Ketua Masjid Raya Kampuang Pauh, Febri, mengapresiasi dukungan warga di ranah maupun rantau yang telah menyumbangkan tenaga, materi, dan pikiran demi terlaksananya pengukuhan.
"Ini momentum sangat baik dan luar biasa untuk meningkatkan kebersamaan dan silaturahmi sesama warga 'Basamo mangko manjadi membangun Nagari' dalam bidang pelayanan keagamaan," tegas Febri.
Setelah setahun jabatan itu kosong, harapan masyarakat bertumpu pada Alfinaldi untuk menjaga amanah, merawat persatuan, dan memperkuat kehidupan adat serta agama. Tantangannya bukan sekadar menyandang gelar Labai, melainkan membuktikan kehadiran dan pengabdiannya benar-benar dirasakan masyarakat.