SUMATERA BARAT — Kalimantan Utara sering luput dari perhatian dibanding provinsi lain di Pulau Kalimantan. Padahal provinsi ke-34 ini menyimpan sejarah pemekaran, posisi perbatasan, hingga kawasan konservasi yang penting untuk diketahui. Berikut lima fakta yang layak disimak.
Kalimantan Utara resmi berdiri sebagai provinsi pada 2012 setelah melalui proses panjang. Banyak orang masih salah kaprah soal ibu kota hingga luas wilayahnya. Merangkum dari detikcom, ini lima fakta yang perlu kamu tahu.
Sebelum dimekarkan, Kalimantan Utara masih bagian dari Kalimantan Timur. Pemekaran didorong jarak beberapa daerah yang jauh dari pusat provinsi di Samarinda, sehingga pembangunan dan pelayanan publik dinilai lambat.
DPR menyetujui RUU pembentukan Kaltara dalam rapat paripurna pada 25 Oktober 2012. Provinsi ini resmi dibentuk lewat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2012 yang disahkan November 2012, lalu diresmikan 22 April 2013.
Tanggal 25 Oktober ditetapkan sebagai hari jadi melalui Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2021. Kaltara kini terdiri dari empat kabupaten dan satu kota: Bulungan, Malinau, Nunukan, Tana Tidung, serta Tarakan.
Banyak yang mengira Tarakan adalah ibu kota Kalimantan Utara. Faktanya, pusat pemerintahan provinsi berada di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.
Tarakan berstatus kota otonom yang terpisah dari Kabupaten Bulungan. Kota ini terletak di sebuah pulau di pesisir timur laut Kalimantan dan sejak dulu jadi tempat singgah kapal dari berbagai daerah.
Wilayah Kaltara mencakup daratan dan lautan yang luas, sehingga konektivitas antar wilayah menjadi tantangan tersendiri. Kondisi ini juga jadi salah satu alasan provinsi ini dipisah dari Kalimantan Timur.
Di sebelah utara, Kaltara berbatasan langsung dengan Negara Bagian Sabah. Sisi barat berbatasan dengan Sarawak, timur dengan Laut Sulawesi, dan selatan dengan Kalimantan Timur.
Panjang garis perbatasan darat Indonesia-Malaysia di Kaltara dan Kaltim sebelum pemekaran mencapai 1.038 kilometer. Perbatasan utamanya berada di Kabupaten Malinau dan Nunukan, yang punya pos lintas batas untuk pengawasan keamanan, perdagangan, dan pelayanan warga.
Pulau Sebatik di Kabupaten Nunukan terbagi dua secara geografis: bagian selatan masuk Indonesia, bagian utara masuk Malaysia. Warga di sana biasa memakai mata uang ringgit dan berbahasa campuran Melayu.
Taman Nasional Kayan Mentarang jadi salah satu hutan tropis terbesar yang tersisa di Kalimantan. Luasnya mencapai 1.360.500 hektare menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, terbagi atas hutan primer dan sekunder.
Ekosistemnya membentang dari hutan hujan dataran rendah hingga hutan pegunungan. Tercatat ada 100 jenis mamalia, delapan jenis primata, dan lebih dari 310 jenis burung di kawasan ini.
Sebanyak 15 jenis mamalia dan 28 jenis burung di antaranya endemik Kalimantan. Dua primata endemik yang hidup di sini adalah lutung banggat (Presbytis hosei) dan tupai vampir Kalimantan (Rheithrosciurus macrotis).
Kayan Mentarang berbatasan langsung dengan Malaysia, tepatnya Pulong Tau National Park di Sarawak. Kedua kawasan ini terhubung sebagai kawasan lindung lintas negara atau transboundary conservation.
Kerja sama Indonesia dan Malaysia di kawasan ini menegaskan posisi Kaltara bukan cuma daerah terdepan, tapi juga titik penting konservasi hutan tropis. Kawasan ini menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati yang tidak ditemukan di banyak tempat lain.
Dari sejarah pemekaran sampai peran konservasi lintas negara, Kalimantan Utara punya banyak sisi yang jarang dibahas. Lima fakta di atas bisa jadi pintu masuk untuk mengenal provinsi termuda di Kalimantan itu lebih dekat.