PADANG — Tim pengabdian FISIP UNAND menurunkan tiga dosen ke TK Mutiara Ananda: Dr. Ernita Arif, M.Si., Dr. Yesi Puspita, M.Si., dan Dr. Rahmi Surya Dewi, M.Si. Ernita dan Yesi bertindak sebagai pemateri, sementara Rahmi memandu jalannya kegiatan yang digelar Jumat (23/10/2026).
Dua mahasiswa, Neneng Isnania dan Nibras Khalida Bahri Chaniago, turut dilibatkan. Tim juga menghadirkan Dr. Syamsul Bahri, S.T., M.M., praktisi pendidikan yang juga dosen Manajemen Universitas Ekasakti, untuk membahas manajemen lembaga pendidikan anak usia dini.
Ernita Arif membawakan materi "Membangun Komunikasi Santun dan Menyenangkan". Ia menekankan bahwa komunikasi yang baik bukan cuma soal menyampaikan pesan, tetapi juga membangun kenyamanan, kepercayaan, dan sikap saling menghargai.
"Komunikasi yang santun dan menyenangkan menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan yang baik antara guru, orang tua, dan anak. Anak tidak hanya belajar dari nasihat, tetapi juga mencontoh cara orang dewasa berbicara, mendengarkan, dan menyelesaikan persoalan," kata Ernita.
Kebiasaan berkomunikasi positif, lanjutnya, perlu diterapkan konsisten di sekolah maupun di rumah. Tujuannya agar anak tumbuh di lingkungan yang mendukung perkembangan sikap dan perilakunya.
Yesi Puspita mengisi sesi "Membangun Branding Lembaga Pendidikan". Materi itu membahas pentingnya identitas dan citra positif lembaga pendidikan untuk meningkatkan pengenalan serta kepercayaan masyarakat.
"Branding lembaga pendidikan bukan sekadar promosi, tetapi juga mencerminkan kualitas layanan, karakter lembaga, dan pengalaman positif yang dirasakan orang tua serta peserta didik," ujar Yesi.
Kualitas layanan dan pengalaman positif, menurutnya, jadi bagian penting dalam membangun citra lembaga pendidikan di tengah masyarakat.
Syamsul Bahri menyampaikan materi "Sinergi Orang Tua dan Guru: Paradigma Baru dan Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini". Ia menekankan pentingnya keterlibatan keluarga dalam pengelolaan pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan anak.
"Sinergi antara guru dan orang tua diperlukan agar pendidikan di sekolah berjalan selaras dengan pengasuhan di rumah. Komunikasi terbuka, kesamaan pemahaman, dan kejelasan peran menjadi kunci dalam membangun kerja sama tersebut," kata Syamsul.
Sesi diskusi berlangsung aktif. Guru dan orang tua mengajukan pertanyaan serta membahas berbagai persoalan terkait komunikasi, hubungan sekolah–keluarga, dan upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik bagi anak.
Kepala TK Mutiara Ananda, Rita, M.Pd., menyambut baik kegiatan pengabdian dosen FISIP UNAND tersebut. Ia menilai program itu memberi kesempatan kepada guru dan orang tua untuk memperluas wawasan sekaligus bertukar pemikiran mengenai pendidikan anak usia dini.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi guru dan orang tua untuk menambah wawasan serta memperkuat pemahaman tentang pentingnya kerja sama dalam mendukung pendidikan anak. Sinergi sekolah dan keluarga diharapkan semakin baik melalui komunikasi yang terbuka," ujar Rita.
FISIP UNAND berupaya menghadirkan kontribusi keilmuan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat melalui kegiatan ini. Kolaborasi dosen, praktisi pendidikan, mahasiswa, guru, dan orang tua diharapkan berlanjut dalam praktik komunikasi serta kemitraan yang lebih baik untuk mendukung pendidikan anak usia dini di Kota Padang.