Pencarian

Hartono Bersaudara Ubah Como 1907, Mirwan Suwarso: Sepak Bola Italia Bisa Menyala Lagi

Jumat, 11 September 2026 • 16:32:01 WIB
Hartono Bersaudara Ubah Como 1907, Mirwan Suwarso: Sepak Bola Italia Bisa Menyala Lagi
Presiden Como 1907, Mirwan Suwarso, menilai sepak bola Italia masih memiliki daya tarik global.

SUMATERA BARAT — Kemenangan empat gol tanpa balas itu bukan sekadar tiga poin perdana bagi Como di kompetisi antarklub Eropa. Klub yang bermarkas di tepi Danau Como tersebut menegaskan bahwa tim-tim Italia punya cerita yang bisa dijual ke pasar global, bukan hanya soal trofi.

Presiden Como 1907, Mirwan Suwarso, menyebut keberadaan klubnya di pentas tertinggi Eropa sebagai bukti bahwa sepak bola Italia masih punya daya tarik. Baginya, keterbatasan basis penggemar lokal bukan penghalang selama klub mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Basis Fans Lokal Terbatas, Jangkauan Global Tidak

Mirwan menilai potensi Como tidak diukur dari berapa banyak penduduk kota yang datang ke stadion. Yang lebih penting, kata dia, seberapa jauh klub bisa memperluas pemasaran, branding, dan komunikasi ke penggemar di luar Italia.

"Basis penggemar lokal [Como 1907] memang terbatas, tetapi basis penggemar yang dapat kami jangkau secara global tidak terbatas," kata Mirwan kepada La Repubblica, dikutip Tutto Mercato.

"Itu sepenuhnya bergantung pada kemampuan kami untuk berkembang melalui pemasaran, branding, dan komunikasi," ujar orang kepercayaan Hartono bersaudara tersebut.

Sejarah, Seni, dan Gairah Jadi Pembeda dari Liga Premier

Mirwan tidak menampik bahwa Liga Premier dan LaLiga unggul dari sisi finansial. Namun ia menilai sepak bola Italia punya modal yang tidak dimiliki liga lain: warisan budaya, kuliner, dan gairah suporter yang mengakar.

"Apa yang dimiliki Liga Premier yang tidak kita miliki? Uang. Namun kita memiliki sejarah, seni, makanan, dan gairah. Tim dari kota-kota indah seperti Lecce atau Salerno bisa sangat menarik," ujarnya.

Pandangan itu sejalan dengan langkah Como sejak diakuisisi Hartono bersaudara pada 2019. Klub ini tidak hanya berbenah di lapangan, tetapi juga membangun identitas sebagai klub dari kota wisata yang punya cerita khas.

Debut Liga Champions Berjalan Mulus

Hasil melawan Leipzig menjadi pembuktian awal. Como, tim arahan Cesc Fabregas, tampil agresif dan efisien di laga debut Liga Champions mereka.

Kemenangan 4-1 itu menempatkan Como pada posisi yang menguntungkan di fase liga. Dengan modal tersebut, mereka berpeluang membuat kejutan pada laga-laga berikutnya.

Bagi Mirwan, yang terpenting bukan sekadar hasil satu pertandingan. Ia ingin Como dan klub-klub Italia lain kembali menjadi tolok ukur sepak bola dunia, bukan hanya pelengkap di peta kekuatan Eropa.

"Kami tidak hanya berbicara tentang sepak bola, tetapi tentang siapa kami sebagai manusia, siapa kami sebagai sebuah tempat. Inilah yang seharusnya menjadi fokus sepak bola Italia," ucapnya.

Follow inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks