Pencarian

Wamenkes Buka Skrining TB di 242 Titik Padang, Pemerintah Targetkan 1 Juta Kasus Ditemukan dan Diobati 2026

Sabtu, 19 September 2026 • 11:53:31 WIB
Wamenkes Buka Skrining TB di 242 Titik Padang, Pemerintah Targetkan 1 Juta Kasus Ditemukan dan Diobati 2026

Pemerintah Indonesia menggelar skrining tuberkulosis di 53.335 lokasi sepanjang 2026 untuk mempercepat penemuan kasus dan menekan penularan. Di Kota Padang, Sumatera Barat, kegiatan dipusatkan di 242 titik dengan sasaran utama kontak erat pasien TB, berlangsung 17-18 September 2026. Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus menargetkan penemuan dan pengobatan kasus TB nasional mencapai 90 persen tahun ini.

PADANG — Skrining tuberkulosis di Kota Padang menyasar 242 titik yang tersebar di 11 kecamatan. Dinas Kesehatan setempat melaporkan pelacakan baru berjalan di 105 titik, dengan hasil 77 kasus positif TB yang kini masuk tahap pemantauan pengobatan.

Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus membuka kegiatan Pengabdian Masyarakat "Untuk Indonesia Sehat" di Padang, Jumat. Pemerintah menargetkan penemuan dan pengobatan kasus TB nasional naik dari 80 persen pada 2025 menjadi 90 persen pada 2026.

"Tahun ini kita harapkan naik 90 persen, jadi kalau bisa satu juta orang ditemukan dan diobati. Makin banyak yang diobati dan sembuh, maka tidak menularkan penyakit TB lagi," ujar Benjamin.

Indonesia Hadapi 1,08 Juta Kasus TB, Pencegahan Jadi Titik Lemah

Indonesia diperkirakan memiliki sekitar 1,08 juta kasus TB atau 382 kasus per 100 ribu penduduk. Sepanjang 2025, sebanyak 867 ribu kasus telah ditemukan dan diobati.

Benjamin menilai pengobatan pasien TB di Tanah Air sudah berjalan baik dari Aceh sampai Papua. Persoalan justru ada di sisi pencegahan yang belum optimal.

"Kalau untuk mengobati pasien TB, Indonesia sudah mampu melakukannya dengan baik dari Aceh sampai Papua. Yang masih menjadi persoalan adalah upaya pencegahannya yang belum berjalan optimal," ujarnya.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah memeriksa orang yang tinggal serumah atau memiliki kontak erat dengan pasien TB. Jika hasil pemeriksaan negatif, mereka bisa menerima terapi pencegahan tuberkulosis (TPT).

Masa Inkubasi Panjang Bikin Penularan Tak Disadari

TB memiliki masa inkubasi panjang. Seseorang yang terpapar kuman tidak langsung menunjukkan gejala, sehingga penularan sering luput dari perhatian.

"Penularan TB tidak langsung membuat seseorang sakit. Ketika seseorang tertular, gejalanya bisa baru muncul beberapa bulan kemudian. Karena prosesnya berjalan perlahan, penyakit ini sering tidak disadari sejak awal," kata Benjamin.

Di Kota Padang, skrining menyasar kontak erat pasien, kelompok berisiko, dan warga dengan faktor risiko seperti penderita diabetes, perokok berat, lanjut usia, serta anak-anak.

Rontgen Portabel Jemput Warga di Lapangan

Pemeriksaan di Padang memakai rontgen portabel agar petugas bisa bekerja langsung di lokasi. Warga tidak perlu datang ke rumah sakit untuk menjalani skrining.

"Kita bawa alat ke lapangan. Masyarakat tidak perlu lagi datang ke rumah sakit, cukup dilakukan rontgen di tempat kegiatan," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Srikurnia Yati.

Srikurnia menyebut 11 kecamatan di Padang sudah berkomitmen melaksanakan pelacakan kasus TB. Sebanyak 104 kelurahan juga dibentuk menjadi kelurahan siaga TB.

Pelacakan berlangsung sejak pertengahan September hingga November 2026. Dinkes Padang menegaskan temuan kasus dalam jumlah besar bukan tanda kegagalan program.

"Kasus kita temukan bukan berarti kekurangan di kita, tetapi merupakan suatu upaya untuk menekan penularan. Harapan kita dengan kasus positif yang sebanyak-banyaknya kita temukan dapat kita obati sampai 100 persen," kata Srikurnia.

Follow inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks