Kelompok Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Mandiri Sawahlunto, Sumatera Barat, mengembangkan usaha budidaya madu galo-galo untuk meningkatkan kemandirian ekonomi anggotanya. Budidaya yang didukung PTBA melalui lima stup atau koloni ini telah menghasilkan panen rutin setiap dua bulan sekali. Keuntungan penjualan dibagikan kepada anggota kelompok setiap tahun.
SAWAHLUNTO — Kelompok ABK Mandiri Sawahlunto mengembangkan usaha budidaya madu galo-galo sebagai kegiatan produktif bagi 15 anak berkebutuhan khusus di kota itu. Budidaya tersebut dikerjakan setelah kelompok menerima dukungan lima stup atau koloni dari PTBA, disertai pendampingan pembudidaya madu galo-galo setempat, Hery Setiawan.
Ketua Kelompok ABK Mandiri Sawahlunto Delvia Syandra mengatakan, kelompok awalnya dibentuk oleh sekitar dua hingga tiga orang tua ABK sebagai wadah silaturahmi, saling belajar, dan menguatkan. Kini anggotanya berjumlah 15 anak.
Kekhawatiran Masa Depan Jadi Pemicu Usaha Produktif
Kekhawatiran terhadap masa depan ABK yang belum mampu mengurus diri secara mandiri dan belum memiliki kegiatan produktif menjadi salah satu alasan kelompok mengembangkan kegiatan kewirausahaan.
"Kelompok ini kemudian berkembang menjadi ruang belajar mengenai pengasuhan, psikologi, sosial, manajemen hingga kewirausahaan. Kegiatan produktif diarahkan sebagai bagian dari proses mempersiapkan ABK menuju kemandirian," kata Delvia.
Sebelumnya, kelompok telah mencoba melakukan budidaya secara mandiri. Hasil awal belum mencapai target karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman anggota.
Perawatan Galo-Galo Dinilai Mudah dan Berisiko Rendah
Hery Setiawan menyebut perawatan galo-galo relatif mudah dan berisiko rendah sehingga ABK dapat dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Teknik perawatan hingga panen diajarkan kepada anggota secara telaten dan berulang-ulang.
Anak-anak anggota kelompok cukup antusias mempraktikkan pengetahuan yang diberikan. Delvia menambahkan, keterlibatan anak-anak yang awalnya takut merawat dan memanen kini berkembang menjadi lebih terbiasa mengikuti kegiatan panen.
PTBA Lanjutkan Dukungan Setelah Evaluasi
GM PTBA Ombilin Mining Site Yulfaizon mengatakan pihaknya mengapresiasi kegiatan produktif yang dilakukan kelompok ABK tersebut. Berdasarkan pemantauan, kelompok menjalankan kegiatan dengan baik dan teratur.
"Berdasarkan hasil evaluasi, dukungan kepada kelompok dapat diteruskan. PTBA memberikan dukungan sesuai kebutuhan dan permintaan dengan mempertimbangkan kondisi serta kelayakan kegiatan," ujarnya.
Panen Dua Bulan Sekali, Keuntungan Dibagi Setiap Tahun
Hasil panen madu galo-galo diambil oleh Hery sehingga kelompok memiliki saluran penjualan setiap kali panen. Rata-rata panen dilakukan sekitar dua bulan sekali.
Hasil penjualan atau keuntungan kegiatan dihitung dan dibagikan kepada anggota kelompok setiap tahun. Kegiatan tersebut memberikan manfaat ekonomi bagi anggota kelompok ABK Mandiri Sawahlunto.