SUMATERA BARAT — Vina Panduwinata melayat ke rumah duka Guruh Soekarnoputra di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, untuk memberi penghormatan terakhir. Penyanyi senior yang akrab disapa Mama Ina itu mengaku mendapat kabar kondisi Guruh memburuk dua hari sebelum wafat. Ia menyimpan penyesalan kecil: belum sempat mengirim kepiting kesukaan sang maestro.
"Saya sih dengar katanya udah kritis kemarin. Dua hari yang lalu udah kritis. Nah, tadi pagi saya dapat kabar bahwa beliau akhirnya meninggalkan kita," ujar Vina saat ditemui di rumah duka kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Kedatangan Vina bukan sekadar formalitas pelayat. Hubungan keduanya terbangun lewat kerja kreatif selama puluhan tahun, terutama ketika Guruh memercayakan sejumlah lagu kepadanya di panggung besar.
Peran Guruh di Konser Cinta Indonesia 1984
Salah satu titik penting dalam karier Vina adalah keterlibatannya di pagelaran Cinta Indonesia pada 1984. Guruh menunjuk langsung Vina untuk membawakan sejumlah lagu dalam konser besar tersebut.
"Salah satu yang paling luar biasa menambah memori dan keindahan dalam berkarier saya adalah pada saat saya ikut di acara Cinta Indonesia, konser besar pagelarannya Cinta Indonesia," kata Vina.
Pagelaran itu menjadi salah satu tonggak seni pertunjukan Indonesia era 1980-an. Guruh dikenal sebagai koreografer dan komposer yang menggabungkan tradisi Nusantara dengan sensibilitas pop modern, dan Cinta Indonesia menjadi salah satu karya besarnya.
Kepiting yang Selalu Ditagih Guruh
Di balik kerja profesional, Vina menyimpan kenangan personal yang lebih sederhana. Guruh disebut selalu menagih kiriman kepiting setiap kali mereka bertemu.
"Mas Guruh tuh bilang, 'Na, jangan lupa lho kepitingnya.' Karena beliau tuh senang banget kepiting yang aku suka kirim," kenang Vina.
Kebiasaan kecil itu ternyata meninggalkan penyesalan. Vina belum sempat mengirim kepiting untuk Guruh sebelum kondisinya memburuk.
"Aku sedih juga, aku belum sempat pesenin kepitingnya, beliau udah sakit terus sudah pergi. Tapi aku bersyukur bahwa aku bisa dikatakan udah berkali-kali membuat dia senyum, bahagia dengan aku kirimin kepiting," ujarnya.
Doa dan Penghormatan Terakhir
Vina mengajak publik mendoakan kepergian Guruh. Baginya, sang budayawan meninggalkan kesan sebagai pribadi yang ramah dan baik hati.
"Pokoknya yang penting semuanya kita mendoakan, semoga almarhum diberinya tempat yang terindah di sisi-Nya. Alhamdulillah, almarhum adalah orang yang sangat ramah, baik hati, dan itu kita rasakan," lanjut Vina.
Guruh Soekarnoputra dikenal sebagai sosok multidisiplin: penari, koreografer, komposer, dan politikus. Karyanya bersama grup GSP dan sejumlah pagelaran besar meninggalkan jejak panjang di industri seni pertunjukan Indonesia.
Bagi penyanyi seperti Vina, kehilangan ini menutup satu bab kolaborasi lintas generasi yang jarang terulang di panggung musik nasional.