Bupati Solok Jon Firman Pandu meninjau langsung areal persawahan warga yang rusak akibat banjir bandang di kawasan Kayu Aro, Kabupaten Solok, dan meminta jajaran perangkat daerah mempercepat penanganan lahan. Percepatan pemulihan dinilai penting agar sawah yang masih bisa diolah segera kembali produktif dan tidak mengganggu pendapatan petani. Pemkab Solok menyiapkan program Optimalisasi Lahan untuk mendukung areal pertanian terdampak yang masih memungkinkan dipulihkan.
SOLOK — Kunjungan lapangan Bupati Solok Jon Firman Pandu ke kawasan Kayu Aro menyoroti kerusakan lahan pertanian yang dialami warga setelah banjir bandang. Dalam peninjauan itu, bupati melihat langsung kondisi sawah yang rusak akibat terjangan banjir dan berdampak pada aktivitas masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian dari sektor pertanian.
Bupati meminta organisasi perangkat daerah terkait mempercepat penanganan lahan terdampak. Tujuannya agar sawah masyarakat dapat kembali diolah setelah kondisi memungkinkan.
Permintaan Bupati: Warga Jangan Terlalu Lama Menunggu
Jon Firman Pandu menegaskan percepatan penanganan menjadi prioritas agar petani tidak menunggu terlalu lama untuk kembali menggarap lahannya.
"Kita minta segera dilakukan langkah-langkah pemulihan terhadap sawah masyarakat yang terdampak. Jangan sampai masyarakat terlalu lama menunggu untuk bisa kembali mengolah lahannya," ujar dia.
Menurutnya, pemulihan yang cepat diperlukan agar lahan pertanian yang masih memungkinkan ditangani dapat segera kembali produktif. Langkah itu juga untuk mencegah gangguan aktivitas ekonomi masyarakat dalam waktu yang lebih panjang.
Pendataan Menyeluruh Jadi Dasar Penanganan
Selain perbaikan lahan, pemerintah daerah meminta pendataan menyeluruh terhadap areal persawahan yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang. Pendataan itu menjadi dasar menentukan tingkat kerusakan, kebutuhan penanganan, serta dukungan yang diperlukan masyarakat dalam proses pemulihan.
Pemkab Solok juga menyiapkan dukungan melalui program Optimalisasi Lahan (Oplah) bagi areal pertanian terdampak yang masih memungkinkan dipulihkan dan dimanfaatkan kembali. Program tersebut diarahkan untuk membantu mengembalikan fungsi lahan sehingga petani dapat kembali mengolah sawah dan melanjutkan kegiatan produksi pertanian setelah penanganan bencana.
Harapan Pemulihan Sektor Pertanian Kayu Aro
Bupati berharap percepatan perbaikan lahan melalui penanganan pascabencana dan dukungan program Oplah dapat mempercepat pemulihan sektor pertanian di Kayu Aro.
"Yang terpenting sekarang bagaimana sawah masyarakat ini bisa segera dipulihkan dan kembali bisa ditanami. Pemerintah akan mendorong percepatan penanganannya," katanya.
Dalam peninjauan tersebut, bupati Solok didampingi Kepala Dinas Pertanian Deslirizaldi dan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok Khairul.