Komposer muda asal Sumatera Barat, Dimas Hidayatullah, memukau ratusan pengunjung Pekan Kebudayaan Daerah Saraso Fest 2026 di Taman Budaya Sumatera Barat lewat karya musik eksperimental bertajuk "Pauh in Resonance". Penampilan pada hari kedua gelaran itu memadukan Saluang Pauh dengan teknologi audio digital, dari sampling hingga filtering. Karya tersebut lahir dari proses kurasi dan pembinaan komposer muda yang digelar Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat.
PADANG — Kepala Seksi Produksi dan Kreasi Seni Budaya UPTD Taman Budaya Sumatera Barat, Ade Efdira, menyebut penampilan Dimas sebagai bukti musik tradisi Minangkabau tidak berhenti pada bentuk aslinya. Menurut dia, eksplorasi digital yang cermat membuat warisan leluhur itu bertransformasi menjadi bahasa musik yang relevan bagi generasi muda.
Pertunjukan tersebut menjadi salah satu penanda bagaimana musisi muda lokal merespons perkembangan zaman. Pemerintah daerah, kata Ade, berkomitmen menjaga relevansi warisan Minangkabau di era modern sekaligus merangkul kreativitas generasi muda.
Apa yang Dimainkan Dimas di Panggung Saraso Fest 2026
Dalam penampilannya, Dimas menyuguhkan komposisi bergenre World Electronic Music. Ia mengolah repertoar instrumen tiup tradisional Minangkabau, Saluang Pauh, dalam langgam "Pado-Pado".
Identitas melodi asli Saluang Pauh dieksplorasi secara digital menggunakan teknik sampling, looping, delay, reverb, hingga filtering. Pendekatan teknologi audio itu memperluas ruang ekspresi musikal tanpa menghilangkan karakter magis dan nilai esensial musik tradisi.
"Penampilan Dimas Hidayatullah malam ini membuktikan bahwa musik tradisi kita tidak bersifat statis, karena melalui eksplorasi digital yang cermat, musik tradisi mampu bertransformasi menjadi bahasa universal yang relevan dan diminati oleh generasi Z maupun milenial saat ini," kata Ade Efdira di Padang.
Jalur Kurasi dan Inkubasi Lima Bulan Sebelum Tampil
Keberhasilan Dimas tampil di panggung utama Saraso Fest 2026 tidak diraih secara instan. Ia lebih dulu mengikuti rangkaian lokakarya komposisi musik yang digelar Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat.
Dari sekian banyak pendaftar, Dimas terpilih ke dalam kelompok lima komposer muda terbaik Sumatera Barat untuk mengikuti program Parade Komposer Soundenai 2. Ia dinyatakan lolos kurasi pada Mei lalu.
Bersama empat komposer terpilih lainnya, Dimas menjalani waktu inkubasi dan proses produksi intensif selama lima bulan penuh di bawah bimbingan para mentor ahli. Proses kreatif panjang itulah yang kemudian dipresentasikan langsung ke hadapan publik luas.
Jadwal dan Konteks Saraso Fest 2026
Pekan Kebudayaan Daerah bertajuk Saraso Fest 2026 berlangsung dari 28 September hingga 3 Oktober 2026 di Taman Budaya Sumatera Barat. Penampilan Dimas menjadi bagian dari rangkaian hari kedua gelaran tersebut.
Ratusan pengunjung menyaksikan langsung komposisi "Pauh in Resonance" yang mengangkat Saluang Pauh ke ranah musik elektronik dunia. Format ini memperlihatkan bagaimana musisi muda lokal merespons perkembangan teknologi tanpa melepas akar tradisinya.
Program pembinaan komposer yang digelar Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat menjadi salah satu jalur bagi musisi muda untuk tampil di panggung daerah. Dimas dan empat komposer terpilih lainnya merupakan hasil dari proses kurasi tersebut.