BUKITTINGGI — Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi, Ahmad Rifandi, menyatakan tinggi kolom abu tidak teramati secara visual akibat tertutup awan atau faktor cuaca. Meski demikian, aktivitas vulkanik terekam jelas di seismogram dengan durasi gempa letusan sekitar 27 detik.
"Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 19,5 mm dan durasi kurang lebih 27 detik. Namun, untuk tinggi kolom abu saat kejadian tidak teramati secara visual," ujar Ahmad Rifandi dalam keterangan tertulisnya.
Radius 3 Kilometer dari Kawah Verbeek Dilarang Didekati
Pos PGA Marapi mengeluarkan sejumlah rekomendasi yang harus dipatuhi masyarakat maupun wisatawan. Masyarakat di sekitar gunung, pendaki, pengunjung, dan wisatawan dilarang keras memasuki atau melakukan aktivitas apa pun dalam radius tiga kilometer dari Kawah Verbeek yang menjadi pusat erupsi.
Warga yang bermukim di sekitar lembah, jalur aliran, atau bantaran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi diminta meningkatkan kewaspadaan. Ancaman bahaya lahar sewaktu-waktu dapat terjadi, terutama ketika turun hujan di puncak gunung.
"Warga yang bermukim di sekitar lembah, jalur aliran, atau bantaran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Ancaman bahaya lahar sewaktu-waktu dapat terjadi, terutama ketika turun hujan di puncak gunung," kata Ahmad Rifandi.
Antisipasi ISPA hingga Bersihkan Atap dari Tumpukan Abu
Jika terjadi hujan abu vulkanik, masyarakat diimbau mengenakan masker penutup hidung dan mulut guna mengantisipasi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Warga juga diminta melengkapi diri dengan pelindung mata dan kulit.
PGA Marapi mengingatkan warga untuk mengamankan sarana air bersih dan segera membersihkan atap rumah dari tumpukan abu yang berat. Langkah itu untuk menghindari risiko bangunan roboh akibat beban material vulkanik.
Ahmad Rifandi menambahkan seluruh pihak agar tetap menjaga situasi yang kondusif di tengah masyarakat. Warga diminta tidak menyebarkan informasi palsu atau hoaks dan senantiasa merujuk pada arahan resmi dari pemerintah daerah.
Status Masih Level II Waspada
Gunung Marapi saat ini masih berada pada Level II (Waspada). Erupsi awal Oktober ini tercatat sebagai yang ke-63 sepanjang 2026, menandakan aktivitas vulkanik gunung tersebut masih fluktuatif.
Pos PGA Marapi terus memantau perkembangan aktivitas gunung melalui seismogram dan pengamatan visual. Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah terkait perkembangan status gunung.