PARIAMAN — Kekalahan 1-2 tidak menyurutkan dukungan jajaran Pemerintah Kota Pariaman. Wali Kota Yota Balad dan Wakil Wali Kota Mulyadi memilih berada di pinggir lapangan sejak awal pertandingan, bukan hanya mengirim pesan penyemangat.
Keduanya datang bersama Sekretaris Daerah Kota Pariaman yang juga Ketua Kontingen Afrizal Azhar, Ketua KONI Kota Pariaman Edison Trd beserta jajaran, dan sejumlah kepala OPD. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan langsung kepada tim sepakbola kebanggaan kota Tabuik itu.
Kemenangan Belum Berpihak, Yota Tetap Apresiasi Perjuangan Pemain
Yota Balad mengaku tetap mengapresiasi perjuangan para pemain, pelatih, dan ofisial meski hasil pertandingan tidak sesuai harapan.
"Hari ini kami menonton langsung tim kebanggaan Porprov Sepak Bola Kota Pariaman, walaupun kemenangan belum berpihak kepada kita, saya sangat mengapresiasi dan berterimakasih kepada seluruh perjuangan pemain, pelatih dan official di lapangan," ujar Yota Balad.
Ia menilai kekalahan dari Kabupaten 50 Kota bukan akhir dari perjalanan tim. Masih ada satu pertandingan tersisa yang akan menentukan langkah Kota Pariaman di Porprov XVI Sumatera Barat 2026.
Hadapi Kabupaten Agam, Yota Minta Pemain Jangan Mudah Menyerah
Laga terakhir dijadwalkan berlangsung Senin depan melawan Tim Kabupaten Agam. Yota memanfaatkan momen tersebut untuk membangkitkan semangat para atlet.
"Jadikan ini sebagai motivasi untuk match selanjutnya, jangan mudah menyerah, tetap semangat, karena asa itu masih ada," tukasnya.
Dukungan jajaran Pemkot Pariaman menyasar langsung ke lokasi pertandingan. Lapangan Sepakbola Gempar di Parit, Nagari Pauh Kambar, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman, menjadi titik kumpul wali kota, wakil wali kota, sekretaris daerah, hingga pengurus KONI.
Porprov XVI Jadi Ajang Pembuktian Kontingen Kota Pariaman
Porprov XVI Sumatera Barat 2026 mempertemukan kontingen kabupaten dan kota se-provinsi. Kota Pariaman menurunkan tim sepakbola sebagai salah satu andalan, dengan Afrizal Azhar memimpin kontingen dan Edison Trd mengawal dari sisi KONI.
Kekalahan dari Kabupaten 50 Kota membuat posisi tim sepakbola Kota Pariaman bergantung pada hasil laga melawan Kabupaten Agam. Seluruh jajaran pemerintah kota yang hadir di Lapangan Gempar disebut tetap akan mengawal tim hingga pertandingan terakhir.