Pencarian

RSUP M Djamil Padang Bentuk AMR Sumbar Network, Gandeng Rumah Sakit Jejaring Kendalikan Resistensi Antimikroba

Minggu, 04 Oktober 2026 • 19:49:02 WIB
RSUP M Djamil Padang Bentuk AMR Sumbar Network, Gandeng Rumah Sakit Jejaring Kendalikan Resistensi Antimikroba
Direktur RSUP M Djamil Padang Dovy Djanas menyampaikan paparan mengenai pengendalian resistensi antimikroba dalam simposium di Padang.

RSUP M Djamil Padang menyiapkan strategi pengendalian infeksi dan penanggulangan resistensi antimikroba melalui program "AMR Sumbar Network" yang melibatkan rumah sakit jejaring di seluruh Sumatera Barat. Program ini diproyeksikan menjadikan RSUP M Djamil sebagai sentra regional pengendalian AMR di provinsi tersebut. Penandatanganan kerja sama dengan rumah sakit jejaring dilakukan usai simposium pengendalian infeksi dan antimikroba di Padang.

PADANG — Direktur RSUP M Djamil Padang Dovy Djanas menyatakan resistensi antimikroba atau Antimicrobial Resistance (AMR) tidak bisa ditangani satu rumah sakit saja. Pasien dengan infeksi resisten dapat berpindah antar fasilitas kesehatan, sehingga penanganan di Sumbar memerlukan pendekatan berbasis jejaring rumah sakit dan kesehatan masyarakat.

Karena itu, RSUP M Djamil yang berstatus rumah sakit pemerintah dan menjadi salah satu rujukan utama di Sumbar mengambil posisi sebagai sentra AMR. Kolaborasi dibangun dengan rumah sakit jejaring yang tersebar di seluruh Sumatera Barat, didukung Dinas Kesehatan Sumbar.

Rumah Sakit Jejaring Diminta Penuhi Sejumlah Syarat Bertahap

Dalam program "AMR Sumbar Network", rumah sakit jejaring diminta secara bertahap memiliki sejumlah komponen. Mulai dari Tim PRA/PGA aktif, tim PPI aktif, data kultur dan AST, antibiogram rumah sakit, hingga data penggunaan antibiotik.

Selain itu, rumah sakit jejaring juga perlu menyusun panduan antibiotik berbasis data lokal, melakukan audit penggunaan antibiotik, serta menjalankan pelaporan dan pembelajaran bersama. Pemenuhan komponen itu menjadi bagian dari pengampuan yang dijalankan RSUP M Djamil.

Lima Pilar Pengendalian AMR

Dovy menyebut pengendalian AMR dilakukan dengan menguatkan surveilans, laboratorium, antimicrobial stewardship, infection prevention and control, serta pengampuan rumah sakit jejaring. Lima pilar itu menjadi dasar kerja sama yang diteken bersama rumah sakit jejaring di Padang.

"Resistansi antimikroba kini adalah tantangan kesehatan yang membutuhkan perhatian dan penanganan secara berkelanjutan, terutama bagi rumah sakit," kata Dovy.

Menurut dia, AMR merupakan masalah sistem kesehatan. RSUP M Djamil bersama Dinas Kesehatan Sumbar perlu membangun jejaring yang mampu mengubah data menjadi tindakan, tindakan menjadi perbaikan, dan perbaikan menjadi budaya penggunaan antimikroba yang bijak.

Target Jadi Sentra Regional Pengendalian AMR di Sumbar

Melalui program tersebut, RSUP M Djamil memproyeksikan diri sebagai Sentra Regional Excellence for Antimicrobial Resistance Control di Sumatera Barat. Posisi ini dinilai penting karena RSUP M Djamil merupakan rumah sakit milik pemerintah dan salah satu rujukan utama di provinsi itu.

Dovy menyatakan proyeksi yang dibangun merupakan wujud komitmen bersama dalam menguatkan mutu pelayanan kesehatan. Fokusnya pencegahan dan pengendalian infeksi serta penanggulangan resistansi antimikroba.

Simposium pengendalian infeksi dan antimikroba dihadiri Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Azhar Jaya sebagai pembicara kunci. Hadir pula Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan Bayu Teja Muliawan sebagai narasumber, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, dan sejumlah pihak lain.

Follow inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks