SUMATERA BARAT — Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih mulai memakai Maung Garuda MV3 buatan PT Pindad sebagai kendaraan dinas harian, dengan sekitar 18 unit disalurkan lebih dulu ke para menko dan kepala lembaga. Tampilannya mirip MV3 Garuda Limousine milik Presiden Prabowo, tapi versi menteri ini tidak dilengkapi sunroof.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut penyaluran Maung Garuda MV3 sebagai kendaraan dinas belum merata ke seluruh kabinet. Mobil baru diberikan kepada kepala lembaga dan para menko, dengan jumlah sekitar 18 unit.
"(Ada) 18 (unit) kalau nggak salah. (Mobil baru diberikan kepada) kepala lembaga dan para menko," kata Airlangga Hartarto dikutip Antara.
Pernyataan itu sekaligus menjawab kenapa tidak semua menteri terlihat memakai Maung dalam waktu bersamaan. Tahap pertama menyasar pejabat di lingkup koordinasi dan pimpinan lembaga, sebelum kemungkinan diperluas ke posisi lain.
Maung Garuda MV3 untuk Menteri, Bukan Cuma Mobil Kepresidenan
PT Pindad mengembangkan Maung Garuda MV3 sebagai kendaraan taktis ringan yang bisa dikonfigurasi untuk berbagai kebutuhan. Versi yang dipakai Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dikenal sebagai MV3 Garuda Limousine.
Untuk para menteri, Maung Garuda MV3 hadir dengan basis yang sama namun sejumlah penyesuaian. Dari sisi tampilan, mobil dinas menteri ini sekilas mirip dengan versi limousine kepresidenan.
Perbedaan paling kentara ada di atap. Maung Garuda MV3 untuk menteri tidak memiliki sunroof yang ada di MV3 Garuda Limousine tunggangan Prabowo. Detail ini terlihat dari foto yang beredar saat sejumlah menteri mulai memakai kendaraannya.
Siapa Saja Menteri yang Sudah Pakai Maung Garuda
Selain Airlangga, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sudah menggunakan Maung Garuda MV3 sebagai kendaraan dinas. Cak Imin mengunggah momen tersebut di akun Instagram pribadinya.
"Hari ini, untuk pertama kalinya saya berangkat bertugas dengan Maung Garuda, kendaraan dinas buatan PT Pindad. Bukti penting kalau Indonesia mampu. Dirancang, dirakit, dan dikerjakan oleh tangan anak bangsa sendiri. Kita ingin masyarakat bangga pada produk dalam negeri. Dari kendaraan dinas, sampai UMKM di pasar desa, semangatnya sama: pakai karya sendiri, besarkan bangsa sendiri," tulis Cak Imin di Instagramnya.
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang juga Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengaku telah menjajal Maung Garuda. Ia menyebut kendaraan itu nyaman dipakai.
"Bagus (mobilnya, red.) cinta NKRI. Nyaman. Fasilitas yang dikasih negara, pasti nyaman," kata Bahlil diberitakan Antara.
Yang Perlu Diperhatikan dari Pemakaian Maung sebagai Mobil Dinas
Penggunaan Maung Garuda MV3 oleh menteri menandai pergeseran kebiasaan kendaraan dinas pejabat, dari model impor ke produk PT Pindad. Pemerintah menempatkan langkah ini sebagai bagian dari dorongan pemakaian produk dalam negeri.
Meski begitu, sejumlah hal masih perlu diamati ke depan. Pertama, jumlah unit yang baru sekitar 18 buah berarti belum semua menteri kebagian, sehingga penyaluran berikutnya masih ditunggu.
Kedua, belum ada keterangan resmi soal spesifikasi teknis lengkap versi menteri, termasuk mesin, transmisi, dan tingkat perlindungan yang dipakai. Informasi yang beredar sejauh ini baru sebatas tampilan dan kesan pemakai.
Ketiga, soal perawatan dan ketersediaan suku cadang di jaringan servis resmi jadi ujian nyata, terutama kalau jumlah unit yang beroperasi bertambah banyak. Pembaca yang mempertimbangkan Maung versi sipil sebaiknya menunggu data resmi dari PT Pindad soal varian, harga, dan jadwal produksi.
Kelebihan dan Kekurangan Versi Menteri
- Kelebihan: buatan PT Pindad, mendukung produk dalam negeri dan rantai pasok lokal
- Kelebihan: basis MV3 yang sudah dipakai Presiden dan Wakil Presiden, jadi platformnya teruji di lingkup kepresidenan
- Kelebihan: tampilan gagah dan identik dengan kendaraan kepresidenan, memberi kesan resmi saat dipakai dinas
- Kekurangan: tidak ada sunroof, berbeda dari MV3 Garuda Limousine kepresidenan
- Kekurangan: baru sekitar 18 unit, belum merata ke seluruh menteri
- Kekurangan: spesifikasi teknis versi menteri belum diumumkan resmi
Kapan Maung Garuda MV3 Dipakai Lebih Luas
Belum ada jadwal resmi soal perluasan pemakaian Maung Garuda MV3 ke kementerian lain. Airlangga hanya menyebut tahap awal menyasar kepala lembaga dan para menko.
Kalau penyaluran berjalan lancar, bukan tidak mungkin Maung Garuda MV3 menyusul ke jajaran menteri lain dan pejabat daerah. Sampai informasi resmi berikutnya keluar, pantau kanal PT Pindad dan keterangan Kementerian Sekretariat Negara untuk detail varian, harga, dan jadwal produksi.