Pencarian

Kualitas Udara Padang, Padang Panjang, dan Bukittinggi Pagi Ini Tidak Sehat, AQI Tertinggi 167

Selasa, 06 Oktober 2026 • 14:02:01 WIB
Kualitas Udara Padang, Padang Panjang, dan Bukittinggi Pagi Ini Tidak Sehat, AQI Tertinggi 167
Udara Kota Padang terpantau tidak sehat dengan AQI 167 pada Selasa pagi.

PADANG — Kota Padang mencatat indeks kualitas udara (AQI? US) sebesar 167 pada pukul 08.00 WIB, berdasarkan pantauan laman resmi IQAir. Angka itu menempatkan Padang dalam kategori tidak sehat. Polutan utama yang terpantau adalah PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 79 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Pada jam yang sama, suhu udara di Padang tercatat 27 derajat Celsius, kecepatan angin 3 kilometer per jam, dan kelembapan 76 persen. Data tersebut berasal dari satu stasiun pemantauan, yakni Mercier x Duchessa x Santika.

Padang Panjang dan Bukittinggi Juga Tidak Sehat

Kota Padang Panjang mencatat AQI? US sebesar 156 pada pukul 07.00 WIB atau kategori tidak sehat. Konsentrasi PM2.5 di kota itu mencapai 62,1 µg/m³. Suhu udara tercatat 20 derajat Celsius, kecepatan angin 5 kilometer per jam, serta kelembapan 95 persen.

Kota Bukittinggi menyusul dengan AQI? US sebesar 154 pada pukul 07.00 WIB. Konsentrasi PM2.5 di Bukittinggi mencapai 59,2 µg/m³, dengan suhu 20 derajat Celsius, kecepatan angin 4 kilometer per jam, dan kelembapan 94 persen. Data Padang Panjang dan Bukittinggi disediakan melalui model berbasis satelit.

Mengapa PM2.5 Berbahaya bagi Warga

Partikulat halus PM2.5 adalah partikel berukuran 2,5 mikrometer atau lebih kecil yang dapat menembus saluran pernapasan hingga ke paru-paru. Paparan berulang dalam konsentrasi tinggi berisiko memicu gangguan pernapasan, penyakit jantung, hingga stroke.

Kelompok sensitif—anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit paru atau jantung—menghadapi risiko paling besar. Karena itu, warga diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara belum membaik.

Langkah yang Disarankan Saat Udara Tidak Sehat

Masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat. Kelompok sensitif perlu lebih memperhatikan kondisi udara dan membatasi paparan polusi.

Jika harus beraktivitas di luar ruangan, warga dapat menggunakan masker untuk mengurangi paparan partikulat halus PM2.5. Masker jenis N95 atau KN95 dinilai lebih efektif menahan partikel halus dibandingkan masker kain.

Warga juga dianjurkan menutup jendela rumah saat kualitas udara memburuk dan menggunakan penyaring udara di dalam ruangan bila tersedia. Pemantauan berkala melalui laman IQAir atau stasiun pemantau resmi dapat membantu menyesuaikan aktivitas harian.

Pantauan Tiga Kota pada Selasa Pagi

  • Padang: AQI? US 167 (tidak sehat), PM2.5 79 µg/m³, suhu 27°C, kelembapan 76 persen
  • Padang Panjang: AQI? US 156 (tidak sehat), PM2.5 62,1 µg/m³, suhu 20°C, kelembapan 95 persen
  • Bukittinggi: AQI? US 154 (tidak sehat), PM2.5 59,2 µg/m³, suhu 20°C, kelembapan 94 persen

Dari tiga daerah yang dipantau, Kota Padang mencatat AQI? US tertinggi, disusul Padang Panjang dan Bukittinggi. Data ketiga kota itu diperbarui pada Selasa pagi dan dapat berubah seiring pembaruan stasiun pemantauan.

Follow inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: langgam.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks