Pemerintah Kota Bukittinggi resmi meluncurkan program angkutan sekolah gratis bagi pelajar, diresmikan langsung oleh Wali Kota Ramlan Nurmatias. Tahap awal layanan ini menyasar 874 pelajar dari delapan SMP negeri dengan dukungan 53 unit angkutan umum yang dinyatakan laik jalan. Program yang menjadi turunan dari inisiatif Pendidikan Gemilang ini masih berstatus uji coba sebelum dievaluasi dan diperluas.
BUKITTINGGI — Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias meresmikan program unggulan angkutan gratis bagi pelajar pada Senin (5/10). Layanan tahap awal diberikan kepada 874 pelajar SMP Negeri yang tersebar di delapan sekolah, dengan 53 unit angkutan umum yang telah memenuhi persyaratan laik jalan.
Ramlan menyebut program ini dirancang untuk melayani pelajar, mengurangi beban orang tua, sekaligus menekan kepadatan lalu lintas di kota tersebut. Pelaksanaannya masih dalam tahap uji coba dan akan dievaluasi sebelum dikembangkan ke sekolah swasta.
Dari Rumah ke Sekolah, Bukan untuk Bermain
Ramlan menegaskan orientasi layanan ini adalah memastikan pelajar benar-benar berangkat ke sekolah dan kembali ke rumah. Ia meminta Organda dan koperasi angkutan menyiapkan kendaraan dalam kondisi rapi, bersih, dan memenuhi aturan.
"Yang kita inginkan adalah memastikan anak ini pergi dari rumah, diantar ke sekolah, dan dari sekolah nanti dijemput lagi untuk pulang ke rumah. Tujuan kita adalah memberikan disiplin dan memastikan anak-anak betul pergi sekolah dan pulang sekolah ke rumah," kata Ramlan.
Ia juga menekankan sopir angkutan harus memberi contoh yang baik kepada anak-anak. Larangan tegas berlaku untuk pengemudi yang mengemudi ugal-ugalan maupun memutar musik keras selama mengangkut pelajar.
"Tidak boleh ugal-ugalan dan tidak boleh musik keras. Program ini bukan untuk anak pergi bermain, tetapi dari rumah ke sekolah dan dari sekolah kembali ke rumah," ujar Ramlan.
Dasar Hukum dan Skema Pengawasan
Pelaksanaan program ini didukung Peraturan Daerah Kota Bukittinggi Nomor 1 Tahun 2026 tentang Transportasi Darat. Pemantauan dan evaluasi akan dilakukan bersama Dinas Perhubungan, sekolah, camat, dan lurah untuk penyempurnaan layanan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bukittinggi Elza Aulia menjelaskan, angkutan sekolah gratis merupakan turunan dari program unggulan Pendidikan Gemilang. Program ini bertujuan memberi kemudahan akses transportasi bagi pelajar sekaligus mendukung keberlangsungan usaha pengemudi dan operator angkutan umum.
"Untuk tahap uji coba ini, program angkutan sekolah gratis diperuntukkan bagi 874 pelajar yang tersebar di delapan SMP Negeri di Kota Bukittinggi, dengan dukungan 53 unit angkutan umum yang telah memenuhi persyaratan laik jalan," katanya.
DPRD: Tertampung dalam RPJMD, Komisi III Akan Evaluasi
Ketua DPRD Kota Bukittinggi Syaiful Efendi menyampaikan apresiasi terhadap program yang telah tertuang dalam rencana pembangunan daerah. Menurutnya, program ini diperkuat dengan disahkannya Perda Nomor 1 Tahun 2026 serta dukungan penganggaran melalui APBD.
"Program ini sudah tertampung dalam RPJMD. Artinya, ini juga menjadi tanggung jawab moral kita di DPRD untuk bersama-sama menyukseskannya. Terkait pengawasan, Komisi III nanti secara khusus akan mengevaluasi pelaksanaan angkot gratis ini. Kalau ada kekurangan atau hal yang perlu dievaluasi, tentu bisa dilakukan perbaikan-perbaikan ke depan," ujarnya.
Evaluasi tahap uji coba akan menjadi dasar perluasan layanan, termasuk kemungkinan menjangkau sekolah swasta di Bukittinggi.