Pencarian

Google, Meta, dan Isomorphic Labs Danai Proyek Sel Virtual Rp 4,7 Triliun

Kamis, 08 Oktober 2026 • 14:04:02 WIB
Google, Meta, dan Isomorphic Labs Danai Proyek Sel Virtual Rp 4,7 Triliun
Google DeepMind, Meta, dan Isomorphic Labs menyalurkan dana USD 300 juta untuk proyek sel virtual.

SUMATERA BARAT — Google DeepMind, Meta, dan startup penemuan obat berbasis AI Isomorphic Labs resmi menyuntikkan dana USD 300 juta (setara Rp 4,7 triliun) untuk mengembangkan proyek "sel virtual" yang dipimpin Biohub. Investasi ini merupakan bagian dari megaproyek Virtual Biology senilai total USD 1,8 miliar yang bertujuan membangun basis data AI biologis skala besar. Platform tersebut dirancang agar peneliti dapat memprediksi dan mensimulasikan eksperimen biologis secara digital demi mempercepat penemuan obat.

Biohub, organisasi riset biomedis nirlaba yang didirikan pendiri Meta Mark Zuckerberg bersama istrinya, Priscilla Chan, menakhodai pengembangan proyek ini. Fokus utamanya adalah membangun model prediktif sel dengan tingkat akurasi tinggi sehingga simulasi eksperimen laboratorium bisa dilakukan sepenuhnya di ranah digital.

Pendekatan itu berpotensi memangkas waktu dan biaya riset biologi yang selama ini bergantung pada uji coba fisik di laboratorium. Peneliti dapat menguji hipotesis berulang kali tanpa harus menyiapkan sampel basah setiap kali.

Dukungan Pemerintah Amerika Serikat

Pengembangan infrastruktur sel virtual mendapat sokongan dana dan sumber daya dari pemerintah Amerika Serikat. Departemen Energi AS (DoE) mengalokasikan lebih dari USD 500 juta selama lima tahun ke depan untuk kebutuhan komputasi dan penelitian.

National Institutes of Health (NIH) berkontribusi lewat penyediaan repositori data, basis pengetahuan, serta kumpulan data biologis yang dihasilkan dari investasi federal sebelumnya senilai lebih dari USD 500 juta. Kombinasi dukungan pemerintah dan sektor swasta ini menjadikan proyek sel virtual sebagai salah satu inisiatif riset biomedis terbesar yang melibatkan kolaborasi lintas sektor.

Siapa Saja yang Terlibat

Tiga nama teknologi yang berpartisipasi dalam pendanaan USD 300 juta adalah Google DeepMind, Meta, dan Isomorphic Labs. Ketiganya menggabungkan kapabilitas pengembangan model kecerdasan buatan dengan riset biologi untuk memperkuat kolaborasi antara kedua bidang tersebut.

Google DeepMind selama ini dikenal lewat riset AI untuk prediksi struktur protein. Meta membawa pengalaman dalam skala komputasi dan infrastruktur data. Sementara Isomorphic Labs merupakan startup penemuan obat berbasis AI yang berfokus menjembatani model komputasi dengan kebutuhan industri farmasi.

Mengapa Sel Virtual Penting bagi Riset Medis

Head of Science Biohub, Alex Rives, menegaskan bahwa kehadiran sel virtual akan mengubah lanskap penelitian medis dunia secara mendasar.

"Model biologis prediktif yang akurat dapat secara dramatis mempercepat penemuan ilmiah dengan memungkinkan para ilmuwan melakukan eksperimen secara digital. Pembuatan sel virtual adalah salah satu tantangan terpenting bagi era sains berikutnya, yang membutuhkan upaya kolaborasi data secara terkoordinasi di tingkat nasional maupun internasional," ungkap Alex Rives.

Dengan integrasi model AI dan dataset seluler berskala raksasa, ilmuwan diharapkan dapat mensimulasikan respons sel terhadap infeksi maupun formulasi obat baru dalam hitungan detik di laboratorium virtual. Proses yang biasanya memakan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun bisa dipersingkat secara signifikan.

Bagaimana Proyek Ini Berjalan

Biohub berdiri sejak 2016 dan sejak awal berfokus mengembangkan model prediktif sel berakurasi tinggi. Teknologi ini memungkinkan simulasi eksperimen laboratorium secara digital sehingga penelitian biologi berlangsung lebih cepat dan efisien.

Megaproyek Virtual Biology senilai USD 1,8 miliar menjadi payung dari seluruh inisiatif ini. Basis data AI biologis skala besar yang tengah dibangun akan menjadi fondasi bagi peneliti di berbagai institusi untuk mengakses, menguji, dan mengembangkan model prediktif secara bersama.

Kolaborasi Google DeepMind, Meta, Isomorphic Labs, DoE, dan NIH menunjukkan bahwa pengembangan sel virtual tidak bisa dikerjakan satu pihak saja. Dibutuhkan koordinasi data lintas institusi di tingkat nasional maupun internasional agar model yang dihasilkan benar-benar akurat dan bisa diandalkan untuk pengambilan keputusan medis.

Follow inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks