SUMATERA BARAT — Nita Vior sempat turun 9 kg setelah melahirkan, tapi berat badannya naik lagi 3 kg dalam sebulan. Demi menjaga produksi ASI untuk putrinya, ia memilih menahan diri meski harus berjuang dengan rasa tidak percaya diri.
Nita Vior melahirkan anak pertamanya, Vinica Riviora Kosasih, pada November lalu. Sejak itu, kreator konten yang juga dikenal sebagai gamers ini menjalani peran barunya sebagai ibu menyusui sambil berusaha menjaga berat badannya.
Perjalanannya tidak mulus. Ia sempat mengalami baby blues di awal masa menyusui, tapi tetap berusaha memberikan ASI secara maksimal untuk Si Kecil.
Turun 9 Kg, Lalu Naik Lagi 3 Kg
Dalam sebuah wawancara yang dikutip dari YouTube InsertLive, Vior mengungkapkan bahwa berat badannya sempat turun 9 kg setelah melahirkan. Namun angka itu tidak bertahan lama.
"Kemarin itu aku turun 9 kg tapi udah naik lagi 3 kg. Sekarang lagi nurunin lagi, padahal baru satu bulan udah naik 3 kg," katanya.
Personal trainer-nya menyarankan agar ia menahan diri selama dua bulan sebelum kembali menjalani program diet ketat. Tubuh ibu menyusui memang masih menyesuaikan diri setelah proses persalinan.
Aturan Makan yang Dijalani
Meski sedang menyusui, Vior tetap mengikuti arahan coach-nya soal pola makan. Ada beberapa jenis makanan yang harus ia hindari.
"Sama coach aku disuruh jaga makan. Nggak boleh ada tepung, gula, karbo juga," imbuhnya.
Menjalani diet di tengah proses menyusui bukan perkara mudah. Vior mengaku payudaranya sudah melonggar karena menyusui, tapi ia ikhlas menjalaninya.
"PD-ku udah longgar gara-gara menyusui. Tapi nggak papa demi anak. Semoga kuat dua tahun menyusui, kalau nggak kuat, at least setahun lah," bebernya.
Alasan di Balik Semangat Menurunkan Berat Badan
Diet yang dijalani Vior bukan sekadar soal penampilan sebagai figur publik. Ia mengaku ingin tetap terlihat menarik di mata pasangannya.
"Karena kata orang, cowok itu kan mahkluk visual. Jadi cowok itu apa yang dia lihat dia suka, kalau cewek kan pakai perasaan. Kalau visual, dia lihat aku begini ntar dia udah nggak cinta. Makanya aku harus ngurusin badan lagi, at least biar dia nggak kemana-mana," paparnya.
Selain itu, rasa tidak percaya diri sempat membuatnya stres saat berat badannya naik drastis pascapersalinan. Ia bahkan sempat mencoba berbagai cara agar merasa lebih baik.
"Stres waktu itu pas gemoy-gemoy nya. Aku merasa insecure. Aku pakai barang branded biar memperbaiki tubuh aku supaya kelihatannya lebih cantik, padahal nggak membantu juga, sih. Yang membantu kan memang harus diet," katanya.
Dukungan di Rumah
Vior merasa beruntung memiliki support system yang solid. Ada suster yang menjaga anaknya dan mama mertua yang ikut mengawasi Si Kecil saat ia harus keluar rumah.
"Karena aku ada mama mertua dan suster kebantu banget. Kayak gini aku keluar nggak ajak anak aku, soalnya banyak asap rokok. Jadi aku suruh sus aku jagain Nika, tapi ada yang ngawasin juga yakni mama mertua aku," bebernya.
Dengan dukungan itu, Vior bisa tetap aktif di ruang publik sambil menjalani perannya sebagai istri dan ibu. Ia pun terus disiplin menerapkan pola dietnya sambil tetap menyusui.
Bagi ibu menyusui yang ingin menurunkan berat badan, penting untuk berkonsultasi dengan ahli gizi atau dokter agar kebutuhan nutrisi Si Kecil tetap terpenuhi. Setiap ibu punya ritme dan kondisi tubuh yang berbeda, jadi tidak perlu terburu-buru mengejar angka di timbangan.