Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat memastikan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Muara Kiawai, Kecamatan Gunung Tuleh, mulai dikerjakan November 2026. Proses tender pembangunan akan dilakukan lebih dulu oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sementara Pemkab menyiapkan pematangan lahan seluas 20 hektare. Pematangan lahan dianggarkan melalui APBD perubahan pada Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang.
SIMPANG EMPAT — Kepala Dinas Pendidikan Pasaman Barat Imter Pedri menyatakan informasi soal jadwal tender diperoleh dari jajaran Kemendikdasmen. Menurutnya, setelah proses tender pada November, pembangunan fisik akan langsung dikerjakan.
Kewajiban daerah saat ini terbatas pada penyiapan lahan. Pematangan lahan masuk dalam APBD perubahan yang dialokasikan ke Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang.
Balik Nama Sertifikat Masih Ditunggu
Selain pematangan lahan, Pemkab Pasaman Barat masih menunggu proses balik nama sertifikat tanah sebelum diserahkan ke Kemendikdasmen. Imter berharap proses administrasi itu rampung cepat agar pembangunan tidak terkendala.
"Mudah-mudahan prosesnya dapat berjalan dengan cepat sehingga pembangunan SNT tidak terkendala lagi," kata Imter.
Bupati Pasaman Barat Yulianto sebelumnya memimpin rapat koordinasi pembangunan SNT pada Kamis (8/10). Rapat itu membahas kesiapan lahan dan tahapan yang harus diselesaikan pemerintah daerah.
Lahan 20 Hektare di Muara Kiawai
Pemkab telah menyiapkan lahan 20 hektare di Muara Kiawai, Kecamatan Gunung Tuleh, untuk pembangunan SNT 2026. Lokasi itu menjadi titik yang dipilih pemerintah daerah sejak tahap perencanaan.
Kehadiran SNT disebut sejalan dengan visi Pemkab Pasaman Barat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Anak-anak daerah diharapkan mendapat akses pendidikan unggul tanpa harus merantau ke luar daerah.
"Kita ingin anak-anak Pasaman Barat mendapat akses pendidikan unggul tanpa harus keluar daerah. SNT akan menjadi pusat pendidikan modern yang tetap berakar pada budaya lokal," ujar Bupati.
Apa Itu Sekolah Nasional Terintegrasi
SNT memadukan kurikulum nasional dengan pendekatan pendidikan unggulan. Peserta didik memperoleh kompetensi akademik sesuai standar nasional, ditambah penguatan bahasa asing, karakter, kepemimpinan, teknologi, dan pendidikan keagamaan.
Meski mengintegrasikan kurikulum internasional, pendidikan karakter, hingga kewirausahaan, SNT tetap memakai kurikulum nasional sebagai dasar. Seluruh peserta didik tetap mengikuti asesmen nasional dan memperoleh ijazah resmi yang diakui negara.
Program ini diharapkan menjawab tantangan pendidikan abad ke-21 dengan melahirkan lulusan berdaya saing global yang tetap berakar pada nilai kebangsaan. Integrasi kurikulum nasional dengan pendekatan modern dinilai mampu membentuk kemampuan akademik, berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, serta adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.