SOLOK — Bantuan bibit dan pakan diserahkan langsung kepada pembudidaya di kawasan Padang Belimbing, Nagari Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak. Turut hadir Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Masheri Yanda Boy dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar Syefdinon.
Mahyeldi menyatakan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait telah diminta mendata kebutuhan warga. Tujuannya agar bantuan yang diberikan sesuai kondisi dan bidang usaha masing-masing penerima.
"Seluruh kepala dinas telah kita minta melakukan pendataan dan memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana, termasuk di Kabupaten Solok," kata Mahyeldi.
Bantuan Jadi Modal Awal Bangkitkan Usaha
Bantuan bibit ikan dan pakan diharapkan dimanfaatkan optimal oleh para pembudidaya. Pemerintah daerah menargetkan penerima bisa kembali produktif, melanjutkan usaha, dan bertahap memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.
Salah seorang penerima, M. Fajar Yatim, mengapresiasi perhatian Pemprov Sumbar terhadap pembudidaya ikan yang terdampak bencana di kawasan Padang Belimbing.
"Kami berterima kasih kepada Bapak Gubernur atas bantuan bibit ini. Mudah-mudahan kami bisa segera bangkit dan usaha budidaya kami kembali maju," tutur Fajar.
Program Budidaya Berbasis Nagari Mulai 2027
Pemprov Sumbar menyiapkan Program Budidaya Perikanan Darat Tematik sebagai bagian pemulihan ekonomi jangka menengah. Program ini direncanakan mulai berjalan pada 2027.
Kepala DKP Sumbar Syefdinon menjelaskan program tersebut dirancang memperluas usaha budidaya ikan berbasis nagari. Setiap lokasi direncanakan mendapat sekitar 20 kolam, bibit ikan, serta pakan untuk satu siklus budidaya selama empat bulan.
Setelah panen pertama, pembudidaya diharapkan membiayai siklus berikutnya secara mandiri. Pemerintah nagari perlu menyiapkan lahan seluas 1.000 meter persegi dan berkoordinasi dengan DKP Sumbar.
"Kami berharap nagari-nagari di Kabupaten Solok dapat mempersiapkan persyaratan sejak awal agar berpeluang memanfaatkan program ini," ujarnya.
Program ini direncanakan menjangkau 10.000 titik pada 2027 dan meningkat menjadi 40.000 titik pada 2029.
Akses Pasar Hasil Panen Sedang Dibangun
DKP Sumbar juga menyiapkan ekosistem pemasaran agar hasil budidaya ikan masyarakat punya akses pasar lebih luas. Pemerintah berupaya menghubungkan pembudidaya dengan sejumlah calon pembeli potensial.
Calon pembeli yang dijajaki meliputi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), lembaga pemasyarakatan, sekolah kedinasan, hotel, dan rumah makan. Upaya ini diharapkan membuka peluang penyerapan produksi yang lebih terjamin.
"Ekosistem pemasarannya sedang kita bangun. Jika ini berjalan, pembudidaya akan memiliki akses pasar yang lebih luas dan kepastian serapan hasil panen," katanya.
Dukungan dari sisi produksi dan pemasaran diharapkan membuat usaha perikanan budidaya tidak hanya kembali berjalan setelah bencana. Sektor ini ditargetkan berkembang menjadi sumber pendapatan berkelanjutan bagi masyarakat Solok.