SUMATERA BARAT — Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat mengejar kekebalan anak di Distrik Mokwam lewat imunisasi campak bagi 50 anak di Kampung Amber dan Asarbey, Kabupaten Manokwari. Program outbreak response immunization ini menyasar orang tua langsung agar seluruh anak sasaran tuntas diimunisasi, termasuk penanganan bila muncul demam setelahnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Papua Barat Frans Abidondifu menyebut pelayanan imunisasi digelar pada Jumat (9/10). Petugas menyasar dua kampung sekaligus, Amber dan Asarbey, dengan melibatkan orang tua agar tidak ada anak yang terlewat.
Imunisasi campak menjadi prioritas karena penyakit ini menular cepat di wilayah dengan cakupan imunisasi rendah. Kehadiran orang tua langsung di lokasi pelayanan jadi kunci agar anak sasaran benar-benar menerima vaksin.
Mengapa Imunisasi Campak Harus Dikejar Sekarang
Campak menyebar lewat droplet dan udara, sehingga satu kasus bisa menular ke banyak anak dalam waktu singkat. Frans menegaskan imunisasi adalah hak anak untuk sehat dan bukan sekadar kewajiban administratif.
"Imunisasi ini adalah hak anak untuk sehat. Orang tua yang sayang dan bertanggung jawab harus membawa anaknya untuk diimunisasi," ujarnya.
Vaksin campak membentuk kekebalan tubuh anak terhadap penyakit menular. Perlindungan ini tidak hanya untuk anak yang divaksin, tapi juga menekan risiko wabah di lingkungan sekitarnya.
Jadwal dan Lokasi Pelayanan di Distrik Mokwam
Pelayanan massal ini melibatkan Dinkes Papua Barat, Dinkes Kabupaten Manokwari, dan Puskesmas Mokwam. Orang tua yang belum membawa anak sesuai jadwal diminta mendatangi Puskesmas Mokwam selama periode ORI campak berlangsung.
Pemerintah kampung juga mengajak warga saling mengingatkan. Semakin banyak anak yang datang, semakin cepat kekebalan kelompok terbentuk di Distrik Mokwam.
"Kita berharap semua anak mendapatkan imunisasi sampai selesai, agar anak-anak Papua dapat tumbuh sehat," kata Frans.
Demam Ringan Setelah Imunisasi, Perlu Panik?
Sebagian orang tua khawatir dengan reaksi setelah imunisasi. Frans meminta mereka tidak panik bila anak mengalami demam ringan, karena itu respons tubuh yang wajar terhadap vaksin.
Namun bila demam tinggi, berlangsung lama, atau disertai gejala mengkhawatirkan, segera bawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan. Pemeriksaan dini membantu memastikan kondisi anak tetap aman.
Selain imunisasi, keluarga diharapkan membiasakan anak mencuci tangan sebelum makan dan menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal. Dua kebiasaan ini melengkapi perlindungan dari vaksin.
Dukungan Kampung Amber untuk Tumbuh Kembang Anak
Kepala Kampung Amber Sarah Since Sayori menyatakan pemerintah kampung mendukung penuh pelaksanaan ORI campak. Posyandu di kampung itu rutin dibuka setiap tanggal 7 untuk menimbang berat badan dan memantau tumbuh kembang anak.
Pemerintah kampung juga menyediakan makanan tambahan seperti kacang hijau untuk membantu pemenuhan gizi anak. Kombinasi imunisasi dan gizi yang cukup jadi bekal penting di masa pertumbuhan.
"Ke depan, kami berharap ada kegiatan serupa yang dapat terus mendukung kesehatan anak-anak di Kampung Amber," ujar Sarah.
Bagi ibu di Distrik Mokwam, langkah paling praktis adalah memastikan anak mendapat imunisasi campak sampai tuntas, memantau reaksi setelahnya, dan rutin datang ke posyandu. Perlindungan anak dimulai dari keputusan sederhana untuk hadir di lokasi pelayanan.