Mobil Diesel Bekas Sepi Peminat, Harga Anjlok Akibat Solar Rp 30.890

Penulis: Ronal Siregar  •  Minggu, 10 Mei 2026 | 11:45:01 WIB
Harga mobil diesel bekas turun seiring kenaikan harga BBM diesel nonsubsidi.

Permintaan mobil diesel bekas di diler-diler showroom dilaporkan menurun drastis menyusul lonjakan harga BBM diesel nonsubsidi yang kini menyentuh angka Rp 30.890 per liter. Kondisi ini memicu koreksi harga unit di pasar seken karena keunggulan efisiensi mesin peminum solar tidak lagi menjadi daya tarik utama.

Tren pasar mobil bekas mengalami pergeseran signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Penurunan minat terhadap unit bermesin diesel mulai dirasakan oleh para pelaku usaha showroom di berbagai wilayah Indonesia.

Jeffrey Andika, Pendiri sekaligus CEO Otospector dan diler mobil bekas Otos.id, mengonfirmasi bahwa lesunya permintaan ini berdampak langsung pada nilai jual kendaraan. Informasi dari jaringan showroom rekanan menunjukkan adanya tren penurunan harga yang cukup tajam untuk kategori mobil diesel.

"Kalau soal mobil diesel, info dari showroom rekanan yang pasti permintaan menurun mengakibatkan harga mobilnya anjlok," ujar Jeffrey kepada CNBC Indonesia, Jumat (8/5/2026).

Harga BBM Diesel Nonsubsidi Tembus Rp 30 Ribu per Liter

Pemicu utama lesunya pasar diesel bekas adalah lonjakan harga bahan bakar di berbagai SPBU. Data terbaru menunjukkan kenaikan signifikan pada produk Dexlite yang kini dibanderol Rp 23.600 per liter, atau naik Rp 9.400 dibandingkan bulan sebelumnya.

Pertamina Dex juga mengalami penyesuaian harga ke angka Rp 23.900 per liter. Padahal, pada Maret lalu, produk ini masih dipasarkan di level Rp 14.500 per liter. Lonjakan harga ini mengubah peta biaya operasional kendaraan diesel secara drastis.

Kondisi serupa terjadi pada penyedia BBM swasta. BP Ultimate Diesel kini dijual seharga Rp 29.890 per liter, sementara VIVO membanderol Diesel Primus pada angka tertinggi yakni Rp 30.890 per liter.

Efisiensi Mesin Diesel Tak Lagi Jadi Daya Tarik Utama

Selama ini, konsumen Indonesia memilih mesin diesel karena faktor keiritan biaya operasional untuk penggunaan jarak jauh. Namun, dengan selisih harga BBM yang semakin melebar, kalkulasi penghematan tersebut kini dianggap tidak lagi relevan oleh calon pembeli.

"Selama ini konsumen kan beli mobil diesel supaya irit. Kalau harga solar jadi tinggi begitu jadi nggak ada gunanya beli mobil diesel," kata Jeffrey menjelaskan perubahan pola pikir konsumen di lapangan.

Meskipun keluhan dari para pelaku showroom sudah masif terdengar, besaran pasti penurunan harga unit bekas masih dalam tahap verifikasi. Jeffrey menyebut pihaknya terus melakukan pengecekan data dengan showroom rekanan untuk melihat seberapa dalam koreksi harga yang terjadi di pasar.

Kenaikan harga BBM diesel ini secara otomatis memberikan tekanan besar pada biaya operasional kendaraan. Hal ini diprediksi akan terus memengaruhi dinamika jual beli mobil bekas, terutama untuk model-model yang selama ini mengandalkan mesin diesel sebagai nilai jual utama.

Reporter: Ronal Siregar
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top