PADANG — Pemadaman listrik massal yang melanda sebagian besar wilayah Sumatera Barat mulai teratasi. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat melaporkan, pemulihan sistem kelistrikan telah mencapai 73 persen pada Sabtu (23/5/2026) pukul 07.20 WIB.
Gangguan ini dipicu oleh cuaca ekstrem yang merusak transmisi 275 kV Muara Bungo-Sungai Rumbai pada Jumat (22/5/2026) malam. Akibatnya, pasokan listrik ke sejumlah daerah lumpuh total selama beberapa jam.
Manajer Komunikasi PT PLN (Persero) UID Sumbar, Yesi Yuliani, menyatakan bahwa seluruh gardu induk yang terdampak telah kembali berfungsi. “Hingga pukul 07.20 WIB, Sistem Kelistrikan PLN Sumbar sudah normal 73 persen,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (23/5/2026).
Menurut data PLN, sebanyak 21 gardu induk dari total 21 gardu induk yang terdampak telah berhasil dipulihkan. Selain itu, 287 penyulang dari 394 penyulang yang ikut padam kini sudah kembali beroperasi menyuplai listrik ke pelanggan.
Gangguan transmisi 275 kV Muara Bungo-Sungai Rumbai menjadi titik awal padamnya listrik di Sumatera Barat. Jalur ini merupakan tulang punggung kelistrikan yang menghubungkan pembangkit di Jambi dengan sistem distribusi Sumbar.
Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang disebut sebagai pemicu utama gangguan pada jaringan tegangan tinggi tersebut. PLN masih melakukan evaluasi untuk memastikan tidak ada kerusakan permanen pada infrastruktur transmisi.
Meski 73 persen sistem telah pulih, PLN terus mengerahkan tim teknis untuk mempercepat pemulihan 27 persen sisanya. Penyulang yang belum beroperasi masih dalam proses perbaikan dan pengecekan jaringan.
Yesi Yuliani menambahkan, pihaknya berupaya agar seluruh pelanggan di Sumatera Barat bisa menikmati listrik kembali dalam waktu secepatnya. “Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Tim masih bekerja keras di lapangan,” pungkasnya.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gangguan susulan mengingat kondisi cuaca yang masih belum stabil di beberapa titik. PLN juga membuka saluran pengaduan bagi pelanggan yang belum merasakan pemulihan aliran listrik.