SUMATERA BARAT — Kepergian Frigeri menutup dua musim yang produktif bersama Singo Edan. Kiper kelahiran Argentina itu tercatat membela Arema dalam 59 pertandingan di semua kompetisi, dengan kontribusi paling monumental saat final Piala Presiden 2024.
Frigeri menjadi pahlawan kemenangan Arema FC saat final Piala Presiden 2024 melawan Borneo FC. Ia tampil gemilang di babak adu penalti, memastikan trofi bergengsi tersebut mampir ke Malang.
Momen itu menjadi kenangan manis yang paling diingat Aremania selama ia berseragam biru-oranye. Ketenangan dan kepemimpinannya di bawah mistar menjadi modal utama tim.
Di Liga Super musim 2025/2026, Frigeri mencatatkan 21 penampilan dan berhasil mengamankan empat clean sheet. Konsistensinya dianggap sebagai fondasi kokoh lini pertahanan Arema.
Yusrinal Fitriandi, General Manager Arema FC, secara resmi mengumumkan perpisahan ini. “Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan kontribusi besar Lucas Frigeri selama membela Arema FC,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Manajemen Arema mendoakan yang terbaik untuk karier Frigeri selanjutnya. Mereka berharap kiper berusia 30 tahun itu tetap menjadi inspirasi di dunia sepak bola, baik di Indonesia maupun di luar negeri.
Keputusan untuk tidak memperpanjang kontrak ini diambil setelah kedua belah pihak sepakat tidak melanjutkan kerja sama. Frigeri sendiri masih terikat kontrak hingga 25 Mei 2026, namun opsi perpanjangan tidak diaktifkan.
Selain trofi Piala Presiden, Frigeri meninggalkan warisan berupa penyelamatan krusial di berbagai laga. Gaya bermainnya yang tenang dan vokal di lapangan membuatnya disegani rekan setim dan lawan.
Dengan kepergian Frigeri, Arema FC kini dihadapkan pada kebutuhan mencari kiper anyar untuk musim depan. Siapa yang akan mengisi posisi vital ini masih menjadi teka-teki.