BATUSANGKAR — Taman Cindua Mato, salah satu ruang terbuka hijau andalan di Kabupaten Tanah Datar, kini kembali ramai dikunjungi warga setelah Dinas Parpora setempat merampungkan rehabilitasi lampu penerangan. Sejumlah titik yang sebelumnya gelap dan rawan kini terang benderang, memungkinkan warga berolahraga, bersantai, atau berkumpul bersama keluarga hingga larut malam tanpa rasa khawatir.
Sebelum direhab, banyak lampu di kawasan taman yang mati atau redup. Kondisi itu membuat pengunjung enggan datang saat petang. “Kami sering dapat keluhan dari warga yang merasa tidak nyaman karena taman gelap. Padahal ini aset publik yang harusnya bisa dinikmati kapan saja,” ujar Radianus, Kepala Bidang Olahraga Dinas Parpora Tanah Datar, dalam keterangannya, Selasa (11/2).
Rehabilitasi tidak sekadar mengganti lampu yang rusak. Petugas juga melakukan pengecekan menyeluruh terhadap jaringan listrik dan menata ulang area sekitar taman agar pencahayaan merata ke seluruh sudut. “Kami pastikan tidak ada lagi titik buta yang bisa dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab,” tambah Radianus.
Perbaikan ini menjadi prioritas karena Taman Cindua Mato merupakan pusat aktivitas warga, mulai dari senam pagi, jogging, hingga tempat nongkrong anak muda. Dengan penerangan yang optimal, fungsi taman sebagai ruang publik diharapkan kembali maksimal.
Warga sekitar menyambut baik langkah Dinas Parpora. Mereka berharap perbaikan fasilitas tidak berhenti di lampu penerangan, tetapi juga menyentuh aspek lain seperti toilet umum dan tempat duduk. “Sekarang taman jadi lebih hidup. Anak-anak bisa main sampai magrib, orang tua juga tenang,” ujar seorang pengunjung yang ditemui di lokasi.
Radianus pun mengimbau masyarakat ikut menjaga fasilitas yang telah diperbaiki. “Kebersihan, keamanan, dan keindahan taman adalah tanggung jawab kita bersama. Jangan sampai setelah direhab, malah dirusak lagi,” pungkasnya.