SUMATERA BARAT — Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, LinkUMKM hadir untuk menjawab tiga masalah utama yang selama ini dihadapi pengusaha kecil: keterbatasan akses informasi pasar, minimnya pelatihan yang relevan, serta sulitnya mendapatkan pendampingan pengembangan usaha. “Melalui LinkUMKM, setiap pelaku usaha berkesempatan mengikuti pelatihan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan bisnisnya,” ujarnya dalam keterangan resmi, pekan lalu.
Salah satu fitur andalan di LinkUMKM adalah UMKM Smart. Fitur ini memberikan rekomendasi pengembangan usaha berdasarkan hasil penilaian mandiri (self-assessment) yang dilakukan pelaku usaha. Sistem akan mengkategorikan bisnis ke dalam tiga jenjang: UMKM tradisional, berkembang, dan modern. Setelah itu, pengguna mendapat rekomendasi pelatihan yang sesuai dengan kategori usahanya.
Untuk mendukung proses belajar, LinkUMKM menyediakan lebih dari 690 modul pelatihan. Materinya mencakup kompetensi teknis seperti pengelolaan keuangan dan pemasaran digital, hingga kompetensi nonteknis seperti kepemimpinan dan negosiasi. “Kami ingin proses pemberdayaan UMKM tidak berhenti pada pelatihan, tapi benar-benar membantu pelaku usaha memahami posisi dan potensi bisnisnya,” tambah Akhmad.
Salah satu pengguna yang merasakan langsung manfaat LinkUMKM adalah Shinta Paramarti, pemilik KainIndonesia.co di Jakarta Timur. Usahanya yang berbasis kain tradisional ini memasarkan produk melalui kanal offline, marketplace, hingga social commerce, dengan jangkauan dari lokal ke ekspor. Melalui LinkUMKM, Shinta mendapatkan akses pembelajaran untuk memperkuat pengelolaan bisnis sekaligus memperluas jaringan usaha.
“Di dalam LinkUMKM terdapat berbagai fitur yang membantu UMKM untuk terus berkembang, seperti modul, konsultasi dengan pakar UMKM, serta berbagai event yang diselenggarakan setiap minggunya. Pelaku usaha tentunya sangat terbantu dalam pengelolaan bisnis untuk berkembang,” tegasnya.
Saat ini LinkUMKM menghadirkan enam fitur utama: UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan layanan Register Nomor Induk Berusaha (NIB). Ke depan, BRI berencana terus memperluas dukungan dengan menghubungkan akses pembelajaran, pendampingan, dan akses pasar dalam satu ekosistem digital terintegrasi. Melalui penguatan ini, BRI menargetkan UMKM Indonesia semakin adaptif, kompetitif, dan mampu berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.
Informasi lebih lanjut mengenai program pemberdayaan UMKM terpadu BRI dapat diakses langsung melalui platform LinkUMKM.