SUMATERA BARAT — Lonjakan IHSG terjadi sejak pembukaan bursa. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) pukul 09.10 WIB mencatat indeks langsung menembus level psikologis 6.200 setelah ditopang aksi beli besar-besaran di saham-saham berkapitalisasi besar milik negara.
Bank Himbara Pimpin Penguatan, BMRI dan BBNI Tembus Level Baru
Tiga bank himpunan milik negara (Himbara) kompak menghijau. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melesat 210 poin (5 persen) ke Rp4.410 per saham. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik 210 poin (5,9 persen) ke Rp3.770. Sementara PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menguat 120 poin (4,21 persen) ke posisi Rp2.970.
Pergerakan ini menjadikan sektor perbankan sebagai motor utama penguatan bursa pagi ini. Investor terlihat memborong saham perbankan setelah sejumlah indikator fundamental menunjukkan perbaikan.
Saham Tambang dan Telekomunikasi Ikut Terbang
Di luar perbankan, saham BUMN sektor pertambangan dan telekomunikasi juga mencatat kenaikan signifikan. PT Timah Tbk (TINS) melonjak 260 poin (7,88 persen). PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik 220 poin (7,72 persen) ke Rp3.070. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) ikut terdorong naik 80 poin (2,80 persen).
Kenaikan harga komoditas global dan optimisme terhadap prospek ekspor menjadi katalis utama di sektor tambang. Sedangkan saham telekomunikasi didorong oleh pertumbuhan trafik data yang terus meningkat.
Kepala BP BUMN: Kinerja BUMN Kini di Posisi Terbaik
Kepala Badan Pengelola BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menanggapi positif reli saham pelat merah. Menurutnya, penguatan IHSG dan rupiah merupakan cerminan nyata hasil transformasi BUMN.
“Kita tentu berterima kasih kepada seluruh investor yang menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap pasar modal kita. Kinerja IHSG yang menguat cukup signifikan, termasuk penguatan rupiah, menjadi cerminan nyata bahwa BUMN kita saat ini berada dalam posisi terbaiknya,” ujar Dony di Jakarta, Senin (15/6).
Dony menambahkan, meskipun pergerakan pasar jangka pendek kerap diwarnai dinamika dan sentimen sesaat, investor pada akhirnya akan tetap rasional. Menurutnya, fundamental BUMN kini jauh lebih sehat, efisien, dan menguntungkan dibandingkan beberapa tahun lalu.
Reli IHSG ini melanjutkan tren positif yang sudah berlangsung dalam beberapa hari terakhir. Dengan dukungan penuh dari investor ritel dan asing, saham-saham BUMN diproyeksikan masih akan menjadi primadona dalam jangka menengah.