SAWAHLUNTO — Badan Pengelola Geopark Sawahlunto menggelar sosialisasi yang melibatkan pemerintah kecamatan, kelurahan, akademisi, dan penggiat geopark. Ketua Harian Badan Pengelola Geopark Sawahlunto Efdi mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar situs geologi tetap terjaga dan bisa dikunjungi untuk kegiatan edukatif maupun penelitian.
Saat ini, Geopark Sawahlunto sudah memiliki empat geosite bernilai internasional. Keempatnya adalah fosil foraminifera berumur Permian, fosil ikan air tawar berumur Paleosen-Eosen, fosil jejak burung berumur Oligosen, dan batubara antrasit berumur Oligosen.
Selain itu, ada dua geosite bernilai nasional, yakni fosil kerang dan siput berumur Trias serta ketidakselarasan sedimentasi yang menunjukkan hubungan antara batuan Trias dengan batuan Oligosen-Miosen. Seluruh kekayaan ini dirangkum dalam konsep "The Windows of Ombilin Basin".
Asisten I Sekretariat Daerah Kota Sawahlunto Irzam K mengungkapkan kawasan geopark sudah dimanfaatkan sebagai laboratorium lapangan oleh Universitas Negeri Padang, Universitas Islam Riau, Universitas Jambi, hingga perguruan tinggi dari Malaysia. "Keberadaan geosite yang terus diteliti menjadi peluang memperkuat peran Sawahlunto sebagai pusat edukasi geologi," ujarnya.
Ketua Program Studi Teknik Geologi Universitas Islam Riau Budi Prayitno menambahkan, karakter geologi Sawahlunto berskala global sehingga menarik bagi kampus yang mengajarkan ilmu kebumian dan pertambangan. Ia menekankan peningkatan nilai suatu geosite sangat tergantung pada penelitian berkelanjutan dan publikasi di jurnal internasional.
Ketua Umum Badan Pengelola Geopark Sawahlunto Rovanly Abdams menjelaskan pengembangan geopark tidak hanya fokus pada warisan geologi, tetapi juga mencakup warisan hayati dan budaya. "Pengelolaan ketiga unsur itu diharapkan membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat melalui geowisata, edukasi, dan kunjungan penelitian," katanya.
Efdi menambahkan, keberlanjutan situs geologi sangat bergantung pada dukungan warga dalam menjaga kawasan dan menerima kunjungan. Sosialisasi yang digelar diharapkan bisa meningkatkan pemahaman tentang nilai warisan geologi dan manfaat langsung yang bisa dipetik masyarakat sekitar.