SUMATERA BARAT — Nota Kesepahaman (MoU) yang diteken di Kantor Otorita IKN itu mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, serta pemanfaatan IKN sebagai living laboratory. Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, menekankan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar seremonial, melainkan wadah keterlibatan langsung perguruan tinggi dalam pembangunan kota baru.
Bimo menyebut peningkatan kapasitas SDM lokal menjadi fokus utama. Menurutnya, masyarakat di sekitar kawasan harus menjadi bagian dari transformasi Nusantara, bukan sekadar penonton. “Kami ingin masyarakat sekitar menjadi bagian dari transformasi Nusantara. Penguatan kapasitas SDM lokal menjadi fokus yang terus kami dorong bersama berbagai mitra, termasuk perguruan tinggi,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Langkah ini dinilai krusial mengingat pembangunan IKN membutuhkan jutaan tenaga kerja dalam satu dekade ke depan. Tanpa intervensi pendidikan dan pelatihan, dikhawatirkan kesenjangan antara kebutuhan industri dan kompetensi masyarakat lokal akan melebar.
Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof. Dr. Hartono, menilai kerja sama ini mempertemukan perguruan tinggi dengan pembangunan nasional secara konkret. “Kerja sama ini akan mempertemukan perguruan tinggi dan pembangunan nasional dalam menghadirkan solusi berbasis riset,” katanya.
Senada dengan itu, Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Prof. Dr. Ahmad, melihat sinergi ini membuka peluang implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi secara utuh. Mulai dari riset, pendidikan, praktik kerja lapangan, hingga pengabdian kepada masyarakat, semua bisa dijalankan di IKN.
Kolaborasi ini merupakan implementasi dari Peraturan Kepala Otorita IKN Nomor 4 Tahun 2026 tentang Peta Jalan Pendidikan Ibu Kota Nusantara 2025–2045. Regulasi tersebut secara spesifik menempatkan perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
Melalui skema ini, IKN tidak hanya dirancang sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga pusat inovasi dan penggerak daya saing nasional. Otorita IKN berharap keempat universitas dapat berkontribusi dalam riset terapan yang langsung dibutuhkan dalam pembangunan infrastruktur dan tata kelola kota cerdas.
Belum ada rincian dana hibah atau skema insentif riset yang disepakati dalam MoU ini. Otorita IKN menyatakan detail teknis akan diatur dalam perjanjian kerja sama turunan masing-masing universitas dalam waktu dekat.