SUMATERA BARAT — Bagi generasi suporter Skotlandia yang lahir setelah 1990, momen ini adalah sejarah. Untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia 1998, mereka tampil di turnamen utama. Dan kini, untuk pertama kalinya sejak 1990, mereka pulang dengan tiga poin.
Kemenangan tipis ini memang tidak lahir dari permainan dominan. Skotlandia kesulitan membongkar pertahanan Haiti yang rapi. Namun, sepak bola bukan selalu tentang keindahan. Tentang hasil akhir, Skotlandia mendapatkannya.
Gol semata wayang lahir pada menit ke-30. Berawal dari kerja keras Che Adams, bola jatuh ke kaki John McGinn yang langsung melepaskan tembakan. Bola mengenai pemain Haiti dan berubah arah, memperdaya kiper.
Sebelumnya, Scott McTominay nyaris membuka skor lebih dulu saat tembakannya membentur tiang. Skotlandia tampil lebih hidup di sisa babak pertama, meski tidak mampu menambah gol.
Haiti, yang baru tampil di Piala Dunia setelah absen 52 tahun, tidak kalah dalam penguasaan bola. Mereka agresif dan beberapa kali merepotkan lini belakang Skotlandia. Sayang, kualitas penyelesaian akhir menjadi pembeda.
Peluang terbesar Haiti datang pada menit ke-85. Frantzdy Pierrot menyambut umpan silang sempurna dari sisi kanan, tapi kepalanya justru mengarahkan bola melebar. Pierrot langsung menutup wajahnya—itu adalah peluang yang seharusnya menjadi gol.
Di sisi lain, Skotlandia juga hampir menyesali peluang yang terbuang. McGinn kembali mendapat kesempatan setelah jeda minum, tapi tembakannya masih melenceng.
Peluit panjang berbunyi. Pemain Skotlandia langsung berpelukan di tengah lapangan. Di tribun, suporter yang telah bertahun-tahun menanti akhirnya bisa bernapas lega.
"Nikmati momen ini sepuasnya," kata mantan pemain timnas Skotlandia, Rachel Corsie, kepada BBC. "Mereka akan mencari keluarga dan orang-orang tercinta yang datang. Tapi yang terpenting, mereka menikmati momen bersama para fans. Itulah arti Skotlandia—merayakan kebersamaan."
Mantan gelandang Celtic, Scott Brown, menambahkan: "Ada suporter di sana yang belum pernah melihat Skotlandia di Piala Dunia, apalagi melihat kami menang. Mereka mengeluarkan banyak uang untuk datang ke sini. Seluruh bangsa pantas mendapat ini."
Hasil ini membawa Skotlandia ke puncak klasemen Grup C dengan tiga poin. Brasil dan Maroko harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 1-1 di laga sebelumnya. Haiti tertahan di dasar klasemen tanpa poin.
Dengan kemenangan perdana ini, mentalitas Skotlandia jelas terdongkrak. Satu kemenangan memang belum menjamin tiket ke babak gugur, tapi rasa haus akan kemenangan di panggung terbesar akhirnya terbayar.