LUBUK BASUNG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Kabupaten Agam menggelar upacara peringatan dua peristiwa heroik sekaligus: Perang Manggopoh dan Perang Kamang. Upacara yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Sumbar Vasco Ruseimy ini menjadi momentum untuk merefleksikan nilai-nilai perjuangan di tengah hiruk-pikuk pembangunan daerah.
Vasco Ruseimy menyebut Perang Manggopoh dan Perang Kamang telah mewariskan nilai-nilai luhur seperti keberanian, pengorbanan, dan persatuan. “Keberanian, pengorbanan, persatuan, dan semangat memperjuangkan kepentingan bersama merupakan warisan yang harus terus dijaga dan diteruskan,” ujarnya di Lubuk Basung, Senin.
Dalam pidatonya, Wagub secara khusus menyoroti sosok Siti Manggopoh, pejuang perempuan legendaris asal Ranah Minang. Menurutnya, Siti Manggopoh adalah simbol keberanian perempuan Minangkabau yang tak gentar berdiri di garis depan membela hak-hak masyarakat. “Peristiwa Perang Manggopoh melahirkan tokoh perempuan yang menjadi kebanggaan Sumbar, khususnya Kabupaten Agam. Siti Manggopoh membuktikan bahwa semangat perjuangan tidak mengenal usia maupun gender,” kata Vasco.
Wagub mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi saat ini sudah berbeda. Bukan lagi penjajahan fisik, melainkan perjuangan di bidang pendidikan, penguatan ekonomi, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta penciptaan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter. “Dengan memahami sejarah, generasi muda akan memiliki karakter yang kuat, rasa cinta tanah air, serta semangat untuk terus berkarya dan berprestasi,” pesannya.
Ia pun mengajak semua pihak untuk menjadikan nilai-nilai perjuangan sebagai pedoman hidup. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak bisa diraih sendiri, melainkan butuh kerja sama semua elemen. “Dengan semangat persatuan dan kebersamaan, kita yakin mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan dan membawa Sumbar menuju kemajuan yang lebih baik,” tambahnya.
Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, yang turut hadir dalam upacara tersebut, menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremonial tahunan. Ia berharap momen ini bisa menjadi sarana refleksi untuk menumbuhkan nasionalisme dan kecintaan terhadap sejarah daerah di kalangan generasi muda. “Semangat yang diwariskan para pejuang harus terus kita jaga dan implementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Pemkab Agam berkomitmen untuk terus melestarikan nilai-nilai sejarah dan kepahlawanan lewat berbagai kegiatan edukatif. Tujuannya agar generasi muda tidak melupakan jasa para pejuang yang telah berkorban demi kemerdekaan dan kesejahteraan masyarakat. “Saya berharap peringatan ini mampu menjadi sarana refleksi bersama untuk memperkuat persatuan, mempererat rasa kebangsaan, serta membangun karakter generasi muda yang tangguh, berintegritas, dan berdaya saing,” kata Muhammad Iqbal.