PADANG — Dari generasi ke generasi, lima warung kopi legendaris di Kota Padang membuktikan diri sebagai ruang temu yang tak lekang oleh waktu. Berdiri sejak era kolonial hingga awal 1990-an, tempat-tempat ini tetap jadi pilihan utama untuk menikmati kopi khas Minang di tengah gempuran kafe modern.
Warkop Nan Yo yang berlokasi di Jalan Niaga No.205, kawasan Pondok, merupakan yang tertua di Padang. Berdiri sejak 1932, usaha ini dirintis oleh Than Tek Tjiauw dan kini bertahan hingga tiga generasi.
Nuansa klasik langsung terasa begitu masuk. Langit-langit tinggi, meja marmer krem, dan kursi antik kayu hitam menciptakan aura jadul yang kuat. Biji kopi yang digunakan masih produk lokal Sumatera Barat, dibeli langsung dari petani dan diracik dengan gaya penyajian ala Hainam.
Kopi susu menjadi favorit pengunjung, selain kopi es yang digemari anak muda. Tersedia juga camilan seperti bakwan, kue sarikaya, lamang golek, hingga menu berat seperti bubur dan nasi goreng.
Berlokasi di Jalan Nipah No.1, Berok Nipah, warung kopi ini menjadi langganan mereka yang suka ngopi sambil sarapan. Lokasinya strategis, tak jauh dari Pantai Padang, Jembatan Siti Nurbaya, dan Masjid Al-Hakim.
Menu kopi yang ditawarkan beragam, mulai dari racikan kopi hitam, kopi susu, hingga kopi ginseng. Ada juga cappuccino dan kopi telur bagi yang ingin variasi. Tempatnya nyaman, dengan pilihan sarapan seperti sate, nasi goreng, kwetiau, bakmie, dan camilan cakwe serta pastel.
Berdiri sejak 1952 di Jalan Pasar Mudik No.47, Lapau Ongga terkenal dengan kopi khas Minang. Minuman andalannya adalah kopi yang dikombinasikan dengan milo, atau populer disebut kopmil.
Yang membedakan warung ini adalah program amal bernama Kopi Dinding. Pengunjung bisa berbagi kopi atau sarapan untuk masyarakat kurang mampu dengan cara menulis menu yang didonasikan di kertas, lalu menempelkannya di dinding. Masyarakat yang membutuhkan bisa mengambil kertas tersebut dan mendapatkan menu secara cuma-cuma.
Berawal dari warung kopi biasa, Kopmil Om Ping di kawasan Pondok, tepatnya di Jalan Klenteng, Kota Tua, kini punya menu ikonik. Kopi hitam campuran milo yang disajikan dalam kantong plastik putih dengan sedotan, diikat karet, sudah eksis sejak 2011.
Lokasinya tepat di depan bangunan bersejarah Klenteng See Hin Kiong, menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin berfoto. Selain kopmil, tersedia aneka jus, cadburry, ovaltine, hingga makanan pendamping seperti nasi goreng patai dan mienas.
Beroperasi sejak 1992 di Jalan Batang Arau No.60, Berok Nipah, Warkop Eng dikelola oleh keturunan China namun seluruh menu yang disajikan halal. Tempat ini menyediakan banyak camilan seperti pastel, pisang goreng, risoles, bakwan, dan tahu goreng.
Menu utama yang jadi andalan adalah lontong kacang dan bakmie goreng. Untuk minuman, kopi susu menjadi primadona—bisa dinikmati dalam keadaan panas maupun dingin. Harganya pun terjangkau, menjadikannya putan favorit berbagai kalangan.