SUMATERA BARAT — Citroen e-C3X resmi meluncur di pasar Indonesia. Pabrikan asal Prancis itu membawa mobil listrik kompak dengan harga yang cukup agresif, Rp 120 jutaan. Angka itu menempatkan e-C3X sebagai salah satu EV Eropa paling terjangkau di Tanah Air.
Berdasarkan informasi resmi yang dirilis ATPM, e-C3X dibekali baterai berkapasitas tertentu yang memungkinkan mobil menempuh jarak hingga 320 km. Angka itu diukur dalam siklus pengujian standar.
Untuk pengisian daya, mobil ini sudah mendukung fast charge. Fitur itu memungkinkan baterai terisi dari kondisi rendah ke 80 persen dalam waktu yang lebih singkat ketimbang pengisian rumah. Ini menjadi nilai jual utama bagi konsumen perkotaan yang butuh mobilitas harian.
Secara tampilan, e-C3X mengusung desain crossover yang modern. Garis bodi tegas dan ground clearance yang cukup tinggi memberi kesan kokoh. Meski banderolnya di bawah Rp 200 juta, eksteriornya tidak terkesan murahan.
Interiornya juga mengadopsi pendekatan minimalis khas Citroen. Material yang digunakan disesuaikan dengan target harga, namun tata letak dasbor dan layar instrumen tetap terlihat segar. Fitur-fitur penunjang kenyamanan dan keamanan juga disebut sudah cukup lengkap untuk kelasnya.
Dengan harga Rp 120 jutaan, Citroen e-C3X langsung bersaing dengan mobil listrik China yang sudah lebih dulu menguasai pasar. Namun, Citroen mengandalkan brand image Eropa dan desain yang berbeda sebagai pembeda.
Pasar mobil listrik nasional memang masih tumbuh, dan segmen harga ini menjadi medan pertempuran paling sengit. e-C3X menawarkan alternatif bagi konsumen yang ingin beralih ke EV tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam, namun tetap menginginkan mobil dengan DNA Eropa.
Citroen e-C3X kini sudah bisa dipesan di dealer resmi. Dengan jarak tempuh 320 km dan fitur fast charge, mobil ini cukup relevan untuk penggunaan harian di kota besar.