Baznas Luncurkan Kampung Zakat di Lima Puluh Kota, Targetkan Pendapatan Penenun Naik Rp 1,2 Juta Per Bulan

Penulis: Bastian Sihombing  •  Sabtu, 11 Juli 2026 | 15:36:01 WIB
Baznas luncurkan Kampung Zakat di Lima Puluh Kota dengan dana Rp 638,2 juta untuk pemberdayaan penenun.

LIMA PULUH KOTA — Sebanyak 45 penerima manfaat di Nagari Ampalu kini bisa bernapas lega. Baznas RI mengucurkan dana segar Rp 638,2 juta untuk mengubah wajah kampung tenun mereka. Bukan sekadar bantuan alat, program ini dirancang sebagai ekosistem usaha yang didampingi penuh selama tiga tahun.

Anggaran tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Baznas RI sebesar Rp 403,6 juta dan Baznas Kabupaten Lima Puluh Kota senilai Rp 234,6 juta. "Zakat tidak hanya menjadi instrumen pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi penggerak usaha produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan mustahik," kata Pimpinan Baznas RI Bidang Digitalisasi, Keuangan, dan Operasional, Mokhamad Mahdum, dalam keterangan resmi, Sabtu.

Pendapatan Penenun Ditargetkan Tembus Rp 2,7 Juta

Proyeksi kenaikan pendapatan ini dihitung secara bertahap. Pada tahun pertama, pendapatan tambahan mustahik diperkirakan meningkat dari Rp 576.741 menjadi Rp 1.226.074 per bulan pada tahun kedua. Dengan kata lain, rata-rata pendapatan mereka yang sebelumnya Rp 1,5 juta per bulan akan naik menjadi Rp 2,1 juta di tahun pertama dan Rp 2,7 juta di tahun kedua.

Bukan cuma soal uang. Kapasitas produksi kain songket ditargetkan melonjak dari 40 lembar menjadi 80 lembar per bulan. Sementara itu, produksi kain tenun baju juga ikut terdongkrak dari 75 lembar menjadi 150 lembar per bulan pada tahun kedua.

Bantuan ATBM hingga Rumah Produksi

Untuk mengejar target tersebut, Baznas memberikan bantuan teknis yang spesifik. Bantuan itu meliputi dua pasang alat tenun bukan mesin (ATBM) modifikasi untuk produksi sarung dan selendang, lima unit alat tenun baju, bahan baku tenun, pelatihan pengembangan usaha, serta pembangunan rumah produksi.

"Program ini akan didampingi selama tiga tahun agar penerima manfaat mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan," ujar Mahdum. Ia berharap Kampung Zakat di Nagari Ampalu bisa menjadi model pemberdayaan zakat yang mendorong lahirnya komunitas ekonomi mandiri di Kabupaten Lima Puluh Kota.

Dukungan Penuh dari Gubernur Sumbar

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyambut baik program ini. Ia menilai langkah Baznas sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

"Pemerintah Provinsi Sumatera Barat siap mendukung keberlanjutan Program Kampung Zakat Baznas sebagai salah satu program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis zakat," kata Mahyeldi. Ia berharap kolaborasi antara Baznas dan Pemprov Sumbar terus diperkuat agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Reporter: Bastian Sihombing
Sumber: antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top