Kajati Sumbar Puji Andre Rosiade sebagai Penggerak Tol Bukittinggi–Sicincin, Seluruh Persoalan Berhasil Diurai

Penulis: Ronal Siregar  •  Rabu, 15 Juli 2026 | 16:23:01 WIB
Kajati Sumatera Barat, Dedie, menyampaikan apresiasi kepada Andre Rosiade yang dinilai berhasil mengurai seluruh persoalan dalam proyek Tol Bukittinggi–Sicincin.

Rapat yang dihadiri seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, BPN, Kementerian PU, PT Hutama Karya, hingga BPJN Sumbar, memastikan proyek strategis nasional ini siap memasuki tahap konstruksi. “Pada intinya, pembangunan jalan tol ini insyaallah sudah siap kita mulai dan tepat waktu, tepat sasaran sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat Sumatra Barat,” kata Dedie.

Dua Kendala Utama yang Akhirnya Tuntas

Andre Rosiade mengungkapkan bahwa dua persoalan yang sempat menghambat proyek kini telah memperoleh solusi. Pertama, trase tol dipastikan tidak lagi melewati kawasan Kubang Putih, Agam. “Urusan Kubang Putih sudah selesai. Trase yang baru tidak melewati Kubang Putih. Saya minta polemik segera dihentikan karena seluruh stakeholder sudah sepakat,” ujar Andre.

Kedua, lokasi exit tol Padang Panjang atau Tarasan Panjang juga telah disepakati dengan desain baru yang lebih dekat ke Kota Bukittinggi. Perubahan ini dilakukan agar pembangunan tidak terus tertunda akibat polemik di lapangan.

“Bukan Ganti Rugi, tapi Ganti Untung”

Terkait pembebasan lahan, Dedie menyebut pendekatan yang dilakukan mengedepankan kepentingan masyarakat. “Kata Pak Andre, ini bukan ganti rugi, malah ganti untung,” ujarnya. Kejati Sumbar juga akan memberikan pendampingan hukum jika muncul perselisihan, termasuk yang melibatkan masyarakat adat.

“Kami terus terang berterima kasih kepada Pak Andre Rosiade. Beliau yang memprakarsai kegiatan pembangunan jalan tol Sicincin sampai Bukittinggi. Masyarakat Sumatera Barat juga harus berterima kasih karena proyek ini akan memberikan manfaat besar bagi daerah,” tambah Dedie.

Dampak Ekonomi: Ratusan Miliar Per Hari

Andre menegaskan bahwa kepentingan proyek tol ini jauh lebih besar dari sekadar satu nagari. “Kalau Padang terhubung ke Pekanbaru, hasil pertanian Sumbar bisa lebih mudah dikirim ke Riau. Sebaliknya, masyarakat Riau bisa datang berwisata ke Sumbar setiap akhir pekan. Perputaran ekonominya bisa mencapai ratusan miliar rupiah per hari,” katanya.

Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini optimistis, setelah berbagai persoalan berhasil dimitigasi melalui koordinasi yang dipimpin Kajati Sumbar, PT Hutama Karya dapat memulai proses konstruksi ruas Bukittinggi–Sicincin pada akhir tahun ini.

Tim Solid dari BPN hingga Kejaksaan

Dedie menegaskan bahwa seluruh pihak kini bekerja sebagai satu tim untuk memastikan proyek berjalan tanpa hambatan. “Sudah kita urai. Kita satu tim, teamwork yang solid dan utuh. BPN bersama Kasi Datun akan turun langsung melihat kondisi di lapangan, memastikan status tanah benar-benar clear and clean,” katanya.

Rapat turut dihadiri Direktur Jalan Bebas Hambatan Ditjen Bina Marga Kementerian PU Dedy Gunawan, Kepala Kanwil BPN Sumbar Teddi Guspriadi, Dirut PT Hutama Karya Koentjoro, Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi, Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumbar Medi Iswandi, Bupati Agam Benny Warlis, Bupati Tanah Datar Eka Putra, Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis, serta Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias.

Reporter: Ronal Siregar
Sumber: radarsumbar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top