PADANG PANJANG — Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Padang Panjang resmi membuka ruang partisipasi bagi anggota mudanya. Pertemuan Dewan Kerja dan Dewan Ambalan se-Kota Padang Panjang digelar untuk menghimpun masukan dari Pramuka Penegak yang duduk di bangku SMA, SMK, dan MA sederajat.
Ketua Harian Kwarcab Gerakan Pramuka Padang Panjang, Maria Feronika Hendri, menegaskan forum ini bukan sekadar seremoni. Ia berharap seluruh masukan dari Dewan Ambalan bisa menjadi bahan penyusunan program yang lebih tepat sasaran.
"Kami berharap forum ini menjadi ruang yang produktif bagi seluruh Dewan Ambalan untuk menyampaikan aspirasi, ide, dan kebutuhan di gugus depan sehingga dapat menjadi bahan penyusunan program yang lebih tepat sasaran," ujarnya saat membuka kegiatan.
Selama forum berlangsung, para peserta yang merupakan perwakilan dari masing-masing gugus depan menyampaikan sejumlah usulan konkret. Kepala Kesekretariatan Dewan Kerja Cabang (DKC), Rido, menjelaskan bahwa seluruh masukan itu akan dihimpun secara sistematis.
Setidaknya ada tiga isu utama yang mengemuka dalam pertemuan tersebut. Pertama, kebutuhan akan metode pembinaan yang lebih adaptif dengan kondisi anggota saat ini. Kedua, pengembangan jenis kegiatan kepramukaan yang lebih variatif. Ketiga, peningkatan kualitas program di tingkat cabang agar lebih relevan.
Rido menambahkan, seluruh aspirasi yang terkumpul akan diteruskan kepada Dewan Kerja Cabang dan menjadi bahan pertimbangan Ketua Kwartir Cabang dalam menyusun kebijakan serta program kerja ke depan.
Forum ini tidak hanya menjadi ajang curah pendapat. Lebih dari itu, Kwarcab Padang Panjang menargetkan terbangunnya komunikasi yang lebih solid antara Dewan Ambalan di tingkat gugus depan, Dewan Kerja Cabang, dan Kwartir Cabang.
Maria Feronika Hendri menekankan pentingnya sinergi ini agar program pembinaan Pramuka tidak berjalan sendiri-sendiri. "Program pembinaan harus selaras dengan kebutuhan anggota di lapangan," katanya.
Dengan pola komunikasi yang terbuka, Kwarcab berharap program-program yang dirancang ke depan bisa lebih efektif dan adaptif. Langkah ini juga dinilai sebagai upaya menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar kepramukaan.