Tebing Sungai Batang Tiku Runtuh di Tiga Titik, Akses Jalan Kabupaten Agam Terancam dan Listrik Padam Belasan Jam

Penulis: Binsar Gultom  •  Selasa, 21 Juli 2026 | 18:01:31 WIB
Tiga titik tebing Sungai Batang Tiku runtuh, mendekati badan jalan kabupaten dan lahan pertanian warga di Agam.

AGAM — Tiga titik longsoran tebing di Sungai Batang Tiku kini semakin mendekati badan jalan kabupaten dan lahan pertanian warga. Kondisi ini terpantau langsung oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam yang melakukan asesmen pascabencana, Senin (20/7).

Selain mengancam akses transportasi antar-nagari, terjangan arus sungai yang deras juga menumbangkan satu unit tiang listrik tegangan menengah. Akibatnya, aliran listrik di wilayah setempat padam selama belasan jam, mulai Minggu malam hingga Senin siang.

Dampak pada Infrastruktur Irigasi dan Pertanian

Bencana ini tidak hanya menyasar akses jalan dan kelistrikan. Pintu bendungan irigasi Daerah Irigasi (D.I) Cacang Tinggi juga dilaporkan mengalami kerusakan. Hal ini menjadi ancaman serius bagi lahan pertanian warga yang berada di sepanjang aliran sungai.

“Terdapat tiga titik tebing sungai yang runtuh dan kondisinya semakin mendekati akses jalan kabupaten dan lahan pertanian warga,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Agam, Rahmad Lasmono, dalam keterangannya.

Penyebab dan Imbauan Kewaspadaan

Rahmad menjelaskan, longsornya tebing dipicu oleh peningkatan debit air Sungai Batang Tiku secara drastis. Peristiwa itu mulai terjadi pada Minggu (19/7) pukul 23.00 WIB dan berlangsung hingga Senin pagi.

Pihaknya mengimbau masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran Sungai Batang Tiku untuk terus meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta tetap siaga mengantisipasi potensi bencana susulan, terutama jika hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur wilayah tersebut.

BPBD Agam bersama pemerintah nagari dan Kelompok Siaga Bencana (KSB) setempat terus memantau perkembangan kondisi tebing dan arus sungai. Akses jalan kabupaten yang terancam putus saat ini masih bisa dilalui dengan hati-hati, namun situasi dapat berubah sewaktu-waktu jika debit air kembali naik.

Reporter: Binsar Gultom
Sumber: kabarsumbar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top