SAWAHLUNTO — Ketua Umum KONI Kota Sawahlunto, H. Jhon Reflita, memaparkan secara gamblang kondisi riil anggaran hibah KONI di hadapan para wakil rakyat. Ia mengusulkan adanya alokasi tambahan khusus untuk reward atau bonus bagi para atlet yang berhasil meraih medali di ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Di sisi lain, sebagai langkah efisiensi yang terukur, KONI telah menetapkan skema pengiriman kontingen sebanyak 230 atlet, 65 pelatih, dan 70 panitia yang akan tersebar di 12 kabupaten dan kota selaku tuan rumah. Jhon Reflita menegaskan bahwa penyusunan kekuatan kontingen ini bukanlah hasil keputusan spontan, melainkan buah dari proses panjang dan terstruktur sejak awal tahun.
"Seluruh proses telah dilakukan secara bertahap dan terukur sejak Januari 2026, mulai dari pemantauan, seleksi, tes kemampuan fisik, monitoring dan evaluasi cabang olahraga, hingga penetapan. Kami ingin memastikan bahwa atlet yang berangkat benar-benar memiliki kesiapan untuk bersaing dan meraih prestasi bagi Kota Sawahlunto," ujar Jhon Reflita di hadapan para wakil rakyat.
Ketua Komisi I DPRD Kota Sawahlunto, Ronny Eka Putra, memberikan penegasan bahwa urusan pembinaan dan perjuangan olahraga harus menjadi komitmen bersama seluruh elemen pemerintahan. Menurutnya, aspek pendanaan tidak boleh menjadi batu sandungan bagi semangat para pegiat olahraga yang telah mencurahkan tenaga dan pikiran selama bertahun-tahun.
"Kita tidak ingin KONI Sawahlunto kekurangan anggaran dalam menghadapi Porprov mendatang. Atlet-atlet kita telah berlatih dan berjuang dengan sungguh-sungguh. Dukungan yang maksimal harus diberikan agar mereka dapat tampil optimal dan membawa prestasi untuk daerah," tegas Ronny secara lugas.
Ketua DPRD Kota Sawahlunto, Susi Haryati, menyampaikan bahwa pada prinsipnya DPRD siap mengawal dan mendukung penuh keberangkatan para atlet potensial yang membawa bendera Kota Sawahlunto. Ia menyoroti bahwa esensi olahraga melampaui sekadar perburuan medali, melainkan tentang menjaga martabat dan kebanggaan daerah.
Senada dengan hal itu, Wakil Ketua II DPRD Kota Sawahlunto, Elfia Rita Dewi, memberikan catatan kritis mengenai pentingnya aspek selektivitas dan keberpihakan pada bakat-bakat lokal. Ia menekankan agar kontingen Kota Arang didominasi oleh putra-putri daerah yang dibina dari akar rumput.
"Kami berharap atlet yang diberangkatkan adalah atlet-atlet terbaik dan potensial. Yang tidak kalah penting, putra-putri daerah harus menjadi prioritas karena mereka adalah aset olahraga Sawahlunto yang harus terus dibina dan diberikan kesempatan untuk berprestasi," tutur Dewi menekankan pentingnya kaderisasi atlet lokal.
Rapat kerja yang berlangsung dinamis tersebut tidak hanya membahas agenda jangka pendek Porprov XVI Sumbar 2026, tetapi juga menyentuh skema pembinaan terstruktur jangka panjang. Keberadaan event olahraga lokal seperti Pekan Olahraga Kota (Porkot) yang disokong anggaran di tingkat kecamatan dinilai sebagai fondasi utama dalam mengasah mental dan kemampuan bertanding para atlet sejak dini.
Dengan konsolidasi yang solid antara DPRD, Pemerintah Kota, dan KONI, seluruh pemangku kepentingan optimistis Kota Sawahlunto mampu mengukir prestasi gemilang pada Porprov Sumbar mendatang.