Harga Pertamax di Sumatera Barat Turun Jadi Rp 16.650 per Liter per 1 Agustus 2026, Ini Rincian BBM Nonsubsidi

Penulis: Topan Lubis  •  Sabtu, 01 Agustus 2026 | 10:01:02 WIB
Petugas mengisi bahan bakar Pertamax di sebuah SPBU di Padang, Sumatera Barat, Senin (3/8/2026).

PADANG — Pemilik kendaraan bermotor di Sumatera Barat yang menggunakan BBM nonsubsidi mendapat kabar baik di awal Agustus 2026. PT Pertamina (Persero) memangkas harga jual Pertamax dan produk turunannya, dengan penurunan bervariasi di setiap wilayah.

Untuk zona Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, harga Pertamax ditetapkan Rp 16.650 per liter. Angka ini lebih rendah dibandingkan tarif sebelumnya yang berlaku di periode Juni-Juli 2026.

Daftar Harga BBM Nonsubsidi di Sumbar per 1 Agustus 2026

Penurunan harga tidak hanya terjadi pada Pertamax. Produk dengan oktan lebih tinggi juga mengalami koreksi tarif. Berikut rincian harga terbaru untuk wilayah Sumatera Barat:

  • Pertamax: Rp 16.650 per liter
  • Pertamax Turbo: Rp 19.100 per liter
  • Dexlite: Rp 20.550 per liter
  • Pertamina Dex: Rp 22.100 per liter

Penurunan paling signifikan terjadi pada Pertamax Turbo yang sebelumnya dibanderol lebih tinggi. Sementara itu, harga Dexlite dan Pertamina Dex juga ikut disesuaikan pada awal bulan ini.

Mengapa Harga BBM di Sumbar Lebih Mahal dari Jakarta?

Pertamina menegaskan bahwa besaran harga BBM nonsubsidi tidak seragam di seluruh Indonesia. Perbedaan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang ditetapkan oleh masing-masing pemerintah daerah.

Sebagai perbandingan, di DKI Jakarta dan sejumlah wilayah Jawa, Pertamax dijual dengan harga Rp 15.950 per liter. Sementara di Aceh dan Sumatera Utara, harga Pertamax dipatok Rp 16.300 per liter.

Adapun untuk kawasan FTZ Sabang dan FTZ Batam, harga jualnya lebih rendah karena adanya fasilitas bebas pajak. Di FTZ Batam, Pertamax hanya dijual Rp 15.150 per liter.

BBM Subsidi Tidak Berubah

Di tengah penyesuaian harga BBM nonsubsidi, Pertamina memastikan harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap dijual Rp 10.000 per liter dan Biosolar dipatok Rp 6.800 per liter di seluruh wilayah Indonesia.

Penetapan harga BBM nonsubsidi dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan sejumlah indikator. Mulai dari pergerakan harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, kondisi pasar energi internasional, hingga kebijakan pemerintah.

Reporter: Topan Lubis
Sumber: wartaekonomi.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top