SUMATERA BARAT — Zebra Technologies, lewat kolaborasi dengan Oxford Economics, baru saja mempublikasikan temuan riset global soal digitalisasi tenaga kerja. Fokusnya bukan di sektor kreatif atau perkantoran, melainkan pekerja garda terdepan—mereka yang bekerja langsung di lapangan, termasuk di gudang, ritel, hingga logistik. Hasilnya, adopsi teknologi seperti AI dan perangkat mobile dinilai mampu mendongkrak profitabilitas secara signifikan.
Riset ini hadir di tengah tekanan efisiensi yang dialami banyak perusahaan. Bagi industri gaming dan esport di Indonesia yang punya rantai distribusi fisik—dari merchandise hingga perangkat keras—temuan ini relevan untuk diperhatikan.
Angka yang diproyeksikan dalam riset tersebut cukup besar. Meski bahan rilis tidak merinci nominal spesifik per sektor, klaim utamanya jelas: modernisasi alur kerja (workflow) bisa berkontribusi pada tambahan laba hingga jutaan dolar AS. Angka ini dihitung dari pengurangan kesalahan operasional, percepatan waktu proses, dan optimalisasi inventaris.
Untuk konteks lokal, potensi ini bisa berarti penghematan biaya operasional yang besar bagi distributor game atau penyelenggara turnamen yang mengelola logistik hadiah dan peralatan.
Zebra Technologies menilai selama ini investasi teknologi kerap terfokus pada kantor pusat, sementara pekerja lapangan justru kurang mendapat dukungan perangkat yang memadai. Padahal, merekalah yang berinteraksi langsung dengan aset fisik dan pelanggan setiap hari. Dengan memberikan perangkat berteknologi AI, pengambilan keputusan di lapangan bisa lebih cepat dan akurat.
Oxford Economics, sebagai mitra riset, menyoroti bahwa adopsi teknologi ini bukan sekadar mengganti kertas dengan tablet. Lebih dari itu, ini tentang mengubah cara data dikumpulkan dan dianalisis secara real-time. Data yang tadinya baru diolah di akhir hari, kini bisa langsung dipakai untuk koreksi instan di lokasi.
Bagi pasar Indonesia, temuan ini bisa jadi bahan evaluasi. Sektor e-commerce dan logistik yang tumbuh pesat di dalam negeri adalah kandidat utama penerapan teknologi serupa. Perusahaan yang bergerak cepat beradaptasi dengan temuan riset ini berpotensi memperkuat margin di tengah persaingan harga yang ketat.
Riset ini juga mengingatkan bahwa efisiensi tidak selalu datang dari memangkas tenaga kerja, melainkan dari memberdayakan mereka dengan alat yang tepat.
Zebra Technologies sendiri dikenal sebagai pemain utama di bidang solusi pencetakan dan pemindaian untuk industri. Kolaborasi dengan Oxford Economics ini mempertegas arah mereka untuk masuk lebih dalam ke solusi perangkat lunak dan analitik.