SUMATERA BARAT — Kabar ini datang di tengah momentum positif yang sedang dirayakan tim produksi. Setelah sukses meraih Leopard of Tomorrow (International Competition) di ajang Junior Jury Awards Locarno, film dokumenter berdurasi pendek ini bersiap menyapa penonton yang lebih luas. Khan & Kumar Media dan Prism Entertainment resmi bergabung sebagai eksekutif produser, menambah deretan nama besar yang sudah lebih dulu terlibat.
"Forgotten Spaceman" mengangkat kisah Abdul Ahad Momand, astronaut pertama dan satu-satunya yang dimiliki Afghanistan. Pada 1988, di tengah kondisi negara yang hampir runtuh, Momand terbang ke stasiun luar angkasa Mir dan membawa secercah harapan bagi rakyatnya. Momen paling bersejarah terjadi saat ia melakukan panggilan orbital ke ibunya di Bumi, menjadikannya orang pertama yang berbicara bahasa Pashto di luar angkasa—bahasa keempat yang pernah digunakan di sana.
Dokumenter ini dibuat beberapa dekade kemudian. Sutradara Elham Ehsas justru menemukan keterkaitan pribadinya yang tak terduga dengan kisah Momand. Lewat penelusuran itu, film ini merangkai tema besar tentang rumah, identitas, pengasingan, dan rasa memiliki.
Film ini diproduksi oleh Lorraine Bhattachary dari MonoFilm Productions, dengan Dheeraj Agnihotri yang pernah terlibat dalam "Holy Curse" sebagai asisten produser. Jack Thomas O'Brien dari Sixteen Films dan Catherine Tschaepe juga tercatat sebagai eksekutif produser. María Vera dari Kino Rebelde memegang kendali penjualan internasional dan strategi festival.
Sharib Khan dan Vikas Kumar dari Khan & Kumar Media menegaskan alasan mereka tertarik pada proyek ini. "Ini membuka babak sejarah yang luar biasa yang jarang diketahui banyak orang, namun tetap terasa personal dan manusiawi," ujar mereka. "Kami tertarik pada kisah yang beresonansi lintas budaya dan batas, dan 'Forgotten Spaceman' melakukan hal itu dengan tepat."
Senada dengan itu, Shruti Ganguly, Priya Giri Desai, dan Megha Kadakia dari Prism Entertainment menambahkan, "Film Elham memuat banyak lapisan sejarah Afghanistan, Asia Selatan, dan dunia, tetapi tetap terasa sangat personal dan mendalam."
Nama Ehsas sendiri bukan lagi wajah baru di industri. Film pendeknya, "Yellow", masuk nominasi BAFTA pada 2024. Karya berikutnya, "There Will Come Soft Rains", sukses memenangkan film terbaik di Raindance dan Encounters Film Festival. Debut film panjangnya, "Our Kind of Love", kini tengah dikembangkan bersama BFI. Di luar pekerjaannya sebagai sutradara, Ehsas juga aktif berakting dan sempat menjadi second unit director di serial "The Crown".
Khan & Kumar Media adalah rumah produksi independen asal Mumbai yang didirikan aktor Vikas Kumar bersama Sharib Khan dari Ammi Media yang berbasis di New York. Mereka punya rekam jejak kuat di festival bergengsi, termasuk "Songs of Forgotten Trees" yang tayang di Venice Horizons dan "The Ink-Stained Hand and the Missing Thumb" yang masuk seleksi Karlovy Vary tahun ini. Sementara itu, Prism Entertainment yang didirikan Ganguly, Desai, dan Kadakia fokus pada penceritaan berbasis karakter. Portofolio mereka mencakup film dokumenter nominasi Oscar "To Kill a Tiger". Kedua rumah produksi ini sebelumnya juga pernah berkolaborasi sebagai eksekutif produser untuk film pendek kualifikasi Oscar "Holy Curse".
Dengan dukungan tim produksi yang semakin solid, "Forgotten Spaceman" siap melanjutkan perjalanan festivalnya. Premiere di Toronto bulan depan akan menjadi ujian pertama bagi film ini untuk beresonansi dengan penonton internasional yang lebih luas.