PADANG — Rapat dengan masyarakat di Masjid Mukhlisin, Alai Parak Kopi, berubah menjadi ajang curhat warga soal saluran air yang kerap meluap. Ketua DPRD Sumbar Muhidi mendengarkan langsung keluhan tersebut dan berkomitmen menindaklanjutinya ke pemerintah kota.
Pertemuan yang berlangsung pada Sabtu (22/8/2026) itu dihadiri tokoh masyarakat, bundo kanduang, serta jamaah Majelis Taklim setempat. Mereka menyampaikan sejumlah persoalan yang mengganjal di lingkungan tempat tinggalnya.
Kondisi riol atau saluran air di Alai Parak Kopi dinilai sudah tidak mampu menampung debit air. Warga berharap ada pembenahan menyeluruh agar aliran air lancar dan risiko banjir yang selama ini muncul berulang bisa ditekan.
Muhidi menegaskan, reses bukan sekadar seremoni bertemu konstituen. Ia menyebut setiap masukan yang masuk akan dikumpulkan dan dikoordinasikan dengan instansi terkait agar program yang diperjuangkan benar-benar menyentuh kebutuhan warga.
“Yang paling penting adalah bagaimana kebutuhan masyarakat ini menjadi prioritas dan manfaatnya benar-benar bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Muhidi dalam keterangannya.
Di sela-sela diskusi, Muhidi mengajak warga mengalihkan perhatian pada masa depan generasi muda. Ia menilai tantangan zaman berubah cepat dan menuntut kemampuan lebih dari sekadar kelulusan sekolah.
Pendidikan, penguatan ekonomi lewat UMKM, dan peningkatan keterampilan disebut sebagai tiga pilar penting membangun sumber daya manusia yang siap menghadapi perubahan. Ia mengingatkan agar anak muda tidak hanya mengandalkan ijazah.
“Pembelajaran di sekolah harus dibekali dengan skill atau keahlian. Kalau tidak, maka siap-siap menjadi pengangguran,” ujarnya.
Muhidi juga menyoroti pentingnya peran orang tua dalam keberlanjutan pendidikan anak. Ia meminta kondisi ekonomi keluarga tidak menjadi penghalang bagi anak untuk terus bersekolah dan mengasah kemampuan.
“Tidak ada alasan bagi orang tua untuk tidak menyekolahkan anak. Walaupun ekonomi sulit, pendidikan anak harus tetap menjadi perhatian,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemerintah memiliki sejumlah program yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung pembiayaan pendidikan. Orang tua diharapkan proaktif mencari informasi dan memanfaatkan peluang tersebut.
Reses ini merupakan bagian dari masa sidang III Tahun 2025/2026, saat anggota DPRD Sumbar turun ke daerah pemilihan masing-masing. Muhidi berharap komunikasi langsung dengan warga terus terjaga dan aspirasi dari bawah menjadi dasar perjuangan pembangunan yang tepat sasaran.