SUMATERA BARAT — Model aplikasi semacam ini bukan hal baru di pasar digital Indonesia. Pola imbalan berbasis tontonan dan undangan teman sudah beberapa kali muncul, lalu viral, dan menuai pertanyaan soal keberlanjutan pembayarannya.
Keunggulan yang ditawarkan aplikasi ini adalah fitur afiliasi. Pengguna mengumpulkan koin hijau dan emas dengan cara mengundang teman. Koin tersebut kemudian dikonversi menjadi saldo Dana yang nyata.
Selain lewat undangan, koin juga bisa didapat dari menonton video. Selama video diputar, koin diklaim terus berputar. Tugas harian seperti check-in ditambahkan agar pengguna tidak bosan membuka aplikasi setiap hari.
Aplikasi ini menyediakan konten drama Cina atau dracin yang sedang trending. Strategi ini masuk akal secara bisnis: dracin punya basis penonton besar di Indonesia, dan durasi tontonannya panjang sehingga pengguna betah berlama-lama di dalam aplikasi.
Dana gratis diklaim bisa diperoleh hanya dengan menonton video. Namun besaran konversi koin ke saldo Dana tidak dijelaskan secara rinci dalam bahan yang beredar.
Klaim pembayaran adalah titik paling krusial. Tanpa bukti pembayaran yang transparan dan bisa diverifikasi, sulit memastikan aplikasi benar-benar mencairkan saldo sesuai janji. Artikel sumber sendiri menyebut akan mengupas bukti pembayaran, tapi tidak memerinci angkanya.
Pengguna juga perlu waspada soal izin akses yang diminta saat instalasi. Aplikasi di luar toko resmi alias sideloading berisiko membawa malware atau mencuri data pribadi. Pastikan sumber unduhan jelas dan periksa ulasan pengguna lain sebelum memasukkan nomor telepon atau akun Dana.
Dari sisi regulasi, aplikasi yang menjanjikan uang dari menonton berada di area abu-abu. Otoritas Jasa Keuangan dan Kementerian Komunikasi dan Digital berulang kali mengingatkan soal skema imbal hasil yang tidak jelas. Jika aplikasi meminta setoran awal atau data rekening berlebihan, itu tanda bahaya.
Status viral di media sosial tidak sama dengan terbukti membayar. Banyak aplikasi sejenis muncul, ramai diunduh, lalu menghilang begitu saja setelah pengguna gagal mencairkan saldo.
Bagi pelaku bisnis digital, fenomena ini menunjukkan besarnya pasar konten drama pendek di Indonesia. Bagi pengguna, sikap paling aman adalah mencoba tanpa mengeluarkan uang, tidak mengundang teman secara masif, dan tidak menyerahkan data sensitif sebelum aplikasi terbukti kredibel.