Banjir Luapan Dua Sungai di Pasaman, Seorang Warga Hilang dan 55 Rumah Terdampak

Penulis: Ronal Siregar  •  Sabtu, 19 September 2026 | 14:16:31 WIB

PASAMAN — Hujan lebat yang mengguyur sejak siang hingga sore memicu dua sungai di Nagari Simpang Tonang meluap sekitar pukul 16.00 WIB. Air menggenangi permukiman warga dan merendam puluhan rumah. Sebanyak tiga keluarga memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat terdekat.

Data sementara mencatat sekitar 55 keluarga terdampak banjir. Dua unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan, sementara sekitar 5 hektare lahan pertanian ikut terendam.

Satu Warga Masih Dalam Pencarian

Hingga Sabtu (19/9/2026), petugas belum menemukan seorang warga yang dilaporkan hilang saat banjir terjadi. Pencarian melibatkan BPBD Kabupaten Pasaman bersama pemerintah kecamatan dan nagari, TNI, Polri, serta masyarakat setempat.

"Sebanyak tiga keluarga mengungsi sementara di rumah kerabat. Seorang warga masih dalam pencarian," ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan.

Selain pencarian korban, tim gabungan melakukan asesmen dan koordinasi penanganan di lapangan. Pendataan kerugian warga masih berlangsung menyusul kondisi air yang mulai surut.

Banjir Surut, Warga Diminta Tetap Waspada

Per Sabtu (19/9), banjir dilaporkan telah surut dari permukiman warga. Meski demikian, BNPB mengimbau masyarakat di wilayah rawan banjir dan sekitar aliran sungai meningkatkan kewaspadaan saat hujan berintensitas tinggi berlangsung lama.

Warga diharapkan menghindari aktivitas di sekitar sungai ketika debit air meningkat. Jika muncul tanda-tanda kenaikan muka air, mereka diminta segera menuju tempat yang lebih aman.

Kesiapsiagaan lain yang perlu disiapkan meliputi pengetahuan jalur dan lokasi evakuasi, kebutuhan dasar serta obat-obatan, dan penyimpanan dokumen penting di tempat aman dan mudah dibawa. Masyarakat juga diminta memantau informasi resmi dari pemerintah daerah, BPBD, dan instansi terkait.

"BNPB bersama pemerintah daerah terus memantau perkembangan situasi dan mendorong penanganan secara cepat dan terkoordinasi, terutama dalam pencarian warga yang masih belum ditemukan serta penanganan masyarakat yang terdampak banjir," pungkas Berton.

Reporter: Ronal Siregar
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top