PADANG — Sebanyak 300 anak dari keluarga petani sawit Sumatera Barat resmi diberangkatkan menuju perguruan tinggi di luar daerah. Keberangkatan mereka dilepas langsung oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi di ruang tunggu Bandara Internasional Minangkabau.
Proses pelepasan berlangsung sederhana. Mahyeldi didampingi Ketua DPW APKASINDO Sumbar Jufri Nur, Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Fuadi, Kepala Dinas Pertanian Sumbar Afniwirman, sejumlah orang tua, dan para siswa penerima beasiswa.
Bagi DPW APKASINDO Sumbar, kehadiran orang nomor satu di provinsi itu punya arti tersendiri. Jufri menyebut ini kali pertama di Sumbar keberangkatan penerima Beasiswa Sawit dilepas langsung oleh gubernur.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sumbar yang telah hadir dan melepas langsung para penerima Beasiswa Sawit. Ini menjadi perhatian dan penghargaan tersendiri bagi anak-anak serta orang tua mereka," ujar Jufri.
Jufri menjelaskan kepada para orang tua bahwa biaya pendidikan penerima beasiswa didukung melalui Dana Sawit. Dukungan itu mencakup keberangkatan, masa pendidikan, hingga penyelesaian kuliah sesuai ketentuan program.
Program Beasiswa Sawit 2026 memberi kesempatan bagi anak-anak petani untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Mereka menempuh studi di sejumlah kampus di luar Sumatera Barat.
Jufri berpesan agar kesempatan tersebut dimanfaatkan sebaik mungkin. Menurutnya, para siswa tidak hanya berangkat untuk menempuh pendidikan, tetapi juga membawa harapan keluarga dan para petani sawit di Sumbar.
"Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, jaga nama baik orang tua dan Sumatera Barat. Berangkat membawa doa orang tua dan harapan petani sawit, pulanglah membawa ilmu dan prestasi untuk membangun Sumatera Barat," kata Jufri.
APKASINDO Sumbar berharap program ini tidak berhenti pada pemberian akses pendidikan. Para penerima beasiswa diharapkan kembali ke Sumbar setelah menyelesaikan studi dan membawa pengetahuan serta keterampilan yang bisa diterapkan di sektor perkebunan kelapa sawit.
Ilmu yang diperoleh diharapkan ikut mendorong peningkatan produktivitas perkebunan dan kesejahteraan petani sawit di daerah. Pelepasan di Bandara Internasional Minangkabau ditutup dengan doa bersama dan foto bersama.
Setelah itu, para siswa melanjutkan perjalanan menuju perguruan tinggi masing-masing.