Wagub Sumbar Vasko Ruseimy Koordinasi dengan BMKG, Solok hingga Pesisir Selatan Berpotensi Hujan dan Angin Kencang

Penulis: Binsar Gultom  •  Selasa, 22 September 2026 | 06:31:31 WIB
Wagub Sumbar Vasko Ruseimy berkoordinasi dengan BMKG melalui sambungan telepon terkait prakiraan cuaca di lokasi longsor Arosuka.

PADANG — Koordinasi lewat sambungan telepon seluler itu dilakukan Selasa dinihari (22/9/2026), beberapa saat setelah longsor melanda kawasan Arosuka. Hujan yang masih turun di sekitar lokasi menjadi alasan utama Wagub meminta informasi prakiraan cuaca sebelum tim lapangan melanjutkan penanganan.

Kepala BMKG Decky Irmawan menyampaikan bahwa berdasarkan prakiraan cuaca pada 22 September 2026, Kabupaten Solok, Pesisir Selatan (Pessel), dan Solok Selatan (Solsel) berpotensi mengalami hujan dan angin kencang, terutama pada siang hingga sore hari.

Kondisi itu dinilai perlu diwaspadai karena hujan dengan intensitas tinggi dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, termasuk tanah longsor, terutama di wilayah dengan kondisi topografi dan tingkat kerentanan tertentu.

Akumulasi Hujan Sejak Senin Sore Picu Longsor Arosuka

Menurut Decky, longsor yang terjadi di Kabupaten Solok diperkirakan berkaitan dengan akumulasi intensitas hujan yang cukup tinggi sejak Senin (21/9/2026) siang hingga sore hari.

Dengan kondisi tersebut, kewaspadaan terhadap potensi pergerakan tanah masih perlu ditingkatkan. Terlebih, kondisi di lokasi kejadian saat ini juga terkendala minimnya penerangan.

"Akumulasi hujan yang cukup tinggi dapat meningkatkan potensi terjadinya longsor. Karena itu, kondisi cuaca dan potensi pergerakan tanah perlu terus diwaspadai, terutama oleh tim yang melakukan penanganan di lokasi," jelas Decky.

Keselamatan Petugas Jadi Pertimbangan Utama di Lapangan

Informasi prakiraan cuaca tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan langkah penanganan di lokasi bencana. Vasko meminta seluruh unsur yang terlibat memperhatikan perkembangan cuaca, terutama saat melakukan pencarian, evakuasi warga, maupun pembersihan material longsor.

"Pemantauan kondisi cuaca penting dilakukan agar tim yang melakukan penanganan di lapangan tidak berisiko, mengingat saat ini hujan masih turun di lokasi kejadian. Keselamatan masyarakat dan petugas harus menjadi perhatian utama," ujar Vasko.

Kepada BMKG, Wagub juga meminta informasi mengenai potensi hujan dengan intensitas tinggi maupun angin kencang yang dapat memengaruhi proses penanganan di lapangan.

Pemprov Sumbar Terus Koordinasi dengan Pemkab Solok

Vasko memastikan Pemprov Sumbar akan terus berkoordinasi dengan BMKG dan Pemerintah Kabupaten Solok untuk memantau perkembangan cuaca.

Langkah itu ditempuh untuk memastikan setiap langkah penanganan dapat dilakukan secara terukur dengan mengutamakan keselamatan masyarakat dan petugas.

"Informasi dari BMKG ini menjadi dasar bagi kita untuk mengantisipasi kondisi di lapangan. Tim harus tetap bergerak, tetapi keselamatan masyarakat dan petugas tidak boleh diabaikan," tegas Vasko.

Longsor di kawasan Arosuka berdampak pada sejumlah akses jalan, kantor instansi pemerintahan, dan permukiman warga. Penanganan di lokasi masih terkendala minimnya penerangan, sementara hujan diprakirakan kembali turun pada siang hingga sore hari di tiga kabupaten di Sumatera Barat.

Reporter: Binsar Gultom
Sumber: padangkita.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top