AROSUKA — Kasat Lantas Polres Solok IPTU Akbar Kharisma Tanjung menyatakan jalur nasional penghubung Solok dan Padang di kawasan Arosuka belum bisa dilewati kendaraan. Aliran banjir membawa lumpur, tanah, dan material lain hingga menutupi badan jalan.
“Untuk sementara jalur Solok-Padang belum dapat dilewati karena tertutup material,” ujar Akbar.
Berdasarkan informasi BPBD Kabupaten Solok, banjir bandang menerjang Kompleks Perkantoran Arosuka sekitar pukul 20.00 WIB. Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan itu sebelum aliran material datang dari arah hulu.
Selain jalan utama, kawasan jalan baru Lingkar Solok-Arosuka juga dilaporkan terdampak genangan dan material banjir. Dua ruas jalan itu menjadi akses penting bagi warga yang hendak menuju Padang maupun arah sebaliknya.
Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Damkar Kabupaten Solok, serta masyarakat langsung bergerak melakukan evakuasi dan upaya penyelamatan. Hingga Senin malam, pendataan jumlah korban dan kerusakan akibat bencana masih berlangsung.
Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama dengan menghindari kawasan sungai dan lokasi yang berisiko terdampak banjir. Warga juga diminta mengikuti setiap arahan dari petugas di lapangan.
Bagi pengendara yang tetap harus melakukan perjalanan, polisi menyarankan rute alternatif melalui Padang Panjang. Rute itu menjadi pilihan sementara sampai jalur utama Solok-Padang kembali bisa dilalui.
Belum ada keterangan resmi mengenai berapa lama proses pembersihan material akan berlangsung. Petugas masih berada di lokasi untuk menangani dampak banjir bandang di kawasan Arosuka dan sekitarnya.