Survei Ipsos: Kecepatan Transaksi Kalahkan Fitur di Aplikasi Bank Digital

Penulis: Topan Lubis  •  Rabu, 30 September 2026 | 11:35:02 WIB
Survei Ipsos Indonesia menempatkan kecepatan transaksi dan stabilitas sistem sebagai faktor utama pemilihan aplikasi bank digital.

SUMATERA BARAT — Survei Ipsos Indonesia menempatkan kecepatan transaksi dan stabilitas sistem sebagai faktor utama pengguna memilih aplikasi bank digital, mengalahkan kelengkapan fitur. Sebanyak 71 persen responden menyebut proses transaksi yang mudah dan cepat sebagai pendorong utama, sementara kelengkapan produk dan fitur transaksi hanya dipilih 66 persen responden. Temuan ini muncul saat volume transaksi pembayaran digital Indonesia mencapai 5,50 miliar transaksi pada Juli 2026.

Kelengkapan produk dan fitur transaksi dipilih 66 persen responden. Aplikasi yang mudah digunakan disebut 61 persen responden, sedangkan proses pembukaan rekening yang sederhana menjadi pertimbangan bagi 57 persen responden.

Empat Faktor yang Menentukan Pilihan Pengguna

Urutan prioritas responden menunjukkan transaksi cepat dan sistem stabil berada di atas fitur. Kemudahan antarmuka menempel ketat di bawahnya, disusul kemudahan pembukaan rekening.

Managing Director Ipsos Indonesia Hansal Savla menyebut pengalaman pengguna bank digital mencakup kecepatan transaksi, stabilitas sistem, hingga kemudahan antarmuka. Menurutnya, pengguna kini menuntut lebih dari sekadar akses layanan perbankan secara digital.

"Seiring semakin terintegrasinya bank digital dengan aktivitas finansial sehari-hari, pengguna bank digital tidak hanya membutuhkan akses terhadap layanan perbankan secara digital, tetapi juga pengalaman yang mudah, cepat, stabil, dan dapat diandalkan," ujar Hansal dalam keterangan tertulis, Minggu (27/9).

Hansal menambahkan performa aplikasi dan kemudahan penggunaan menjadi bagian penting dalam membentuk pengalaman pengguna terhadap layanan bank digital.

SeaBank Unggul di Atribut Kemudahan Tampilan

Ipsos menyebut SeaBank sebagai bank dengan performa paling memuaskan dalam survei tersebut. Pada atribut kemudahan memahami tampilan aplikasi, SeaBank mendapat respons positif dari 56 persen responden.

Allo Bank menyusul dengan 52 persen, sedangkan Bank Jago mendapat 50 persen. Selisih antar ketiga bank digital ini relatif tipis, menandakan persaingan di ranah pengalaman pengguna masih terbuka.

Hansal menilai preferensi konsumen terhadap bank digital terus berkembang seiring beragamnya kebutuhan transaksi harian. "Ketika aplikasi menjadi bagian dari aktivitas finansial yang semakin rutin, pengalaman yang mudah, cepat, stabil, dan dapat diandalkan jadi semakin relevan dalam membangun pengalaman konsumen terhadap layanan digital banking," tutupnya.

Transaksi Digital Tumbuh 28,69 Persen

Kebutuhan aplikasi yang andal berjalan seiring lonjakan pembayaran digital. Data Bank Indonesia mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 5,50 miliar transaksi pada Juli 2026, tumbuh 28,69 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Transaksi melalui internet tumbuh 9,39 persen secara tahunan, sementara transaksi via aplikasi mobile naik 24,25 persen. Transaksi QRIS melesat 82,42 persen, ditopang pertambahan jumlah pengguna dan merchant.

Angka-angka tersebut menjelaskan mengapa kecepatan respons aplikasi dan kelancaran proses transaksi menjadi bagian dari penilaian konsumen. Semakin rutin aplikasi dipakai, semakin besar pula toleransi pengguna terhadap gangguan teknis yang menurun.

Bagi pelaku industri, temuan Ipsos ini memberi sinyal bahwa investasi pada infrastruktur dan desain antarmuka berpotensi lebih menentukan retensi pengguna dibanding penambahan fitur baru. Persaingan bank digital di Indonesia diperkirakan bergeser ke ranah keandalan sistem, seiring volume transaksi yang terus naik dua digit setiap tahun.

Reporter: Topan Lubis
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top