SUMATERA BARAT — Novela Putria/Beatrice Gumulya gagal melaju ke final padel nomor ganda putri Asian Games 2026 setelah kalah dua set langsung dari pasangan Jepang, Saki Tsukamoto/Kae Tokumoto, di Nagoya City Higashi Sports Center. Kekalahan ini memupus peluang terciptanya All Indonesian Final yang sempat terbuka lebar.
Bertanding selama 1 jam 29 menit, ganda Indonesia itu menyerah 0-2. Set pertama menjadi mimpi buruk bagi Novela/Beatrice yang hanya mampu meraih satu gim, sebelum takluk 1-6. Perlawanan sedikit membaik di set kedua, tapi Tsukamoto/Tokumoto tetap terlalu kuat dengan kemenangan 6-2.
Sejak gim pembuka, pasangan Jepang langsung menekan. Tsukamoto dan Tokumoto mendikte tempo permainan, memaksa Novela/Beatrice bekerja ekstra keras hanya untuk bertahan. Pola serangan cepat dari sisi kiri lapangan kerap merepotkan pertahanan Indonesia.
Memasuki set kedua, Novela/Beatrice sempat memperlihatkan perlawanan lebih baik. Beberapa reli panjang berhasil mereka menangi, tapi konsistensi tetap jadi persoalan. Tsukamoto/Tokumoto yang tampil disiplin tak memberi banyak celah untuk bangkit.
Kekalahan ini terasa menyakitkan karena Fadona Kusumawati/Fitriani Sabatini sudah lebih dulu memastikan tempat di partai puncak. Fadona/Fitriani mengalahkan duet Filipina, Danna Abad/Joshea Malazarte, dengan skor 2-0.
Artinya, andai Novela/Beatrice mampu melewati hadangan Jepang, Indonesia bakal menyajikan All Indonesian Final di nomor ganda putri. Skenario itu kini tinggal angan-angan, dan Indonesia harus puas menempatkan satu wakil di final plus satu di perebutan medali perunggu.
Fokus skuad Merah Putih kini beralih ke Fadona/Fitriani yang akan menghadapi Tsukamoto/Tokumoto di final pada Sabtu (3/10). Laga itu menjadi peluang terakhir Indonesia merebut emas dari nomor ganda putri, sekaligus ajang pembalasan atas kekalahan Novela/Beatrice.
Bagi Novela/Beatrice, perjuangan belum selesai. Mereka masih akan bertarung memperebutkan medali perunggu melawan Danna Abad/Joshea Malazarte, pasangan Filipina yang dikalahkan Fadona/Fitriani di semifinal. Medali perunggu tetap menjadi target realistis untuk menjaga tradisi podium Indonesia di cabang padel.
Partai puncak ganda putri padel Asian Games 2026 mempertemukan Fadona/Fitriani melawan Tsukamoto/Tokumoto pada Sabtu (3/10). Sementara laga perebutan medali perunggu antara Novela/Beatrice dan Abad/Malazarte dijadwalkan lebih dulu di hari yang sama.
Dengan hasil ini, Indonesia memastikan minimal dua medali dari nomor ganda putri padel, meski warna emas masih harus diperjuangkan Fadona/Fitriani di laga puncak.