SUMATERA BARAT — Timnas Esports Indonesia gagal meraih medali di nomor Naraka: Bladepoint Asian Games 2026 setelah kalah dua kali dari tiga pertandingan grup melawan China dan Thailand. Kompetisi digelar offline di Aichi Sky Expo Esport Competition Room M5, Jepang, dengan format dua set yang mencakup kategori solo dan trio. Kekalahan ini membuat peluang medali Indonesia bergantung pada tujuh nomor tersisa.
Empat atlet Naraka: Bladepoint yang mewakili Indonesia — Moch. Afton Fathany, Ararat Samuel Manullang, Natha Dhiva Arya, dan Darian Wicaksana — bertanding di Grup B bersama China, Thailand, dan Malaysia. Dari tiga laga yang dimainkan, Indonesia hanya menang sekali.
Hasil Pertandingan Fase Grup
Melawan China, Indonesia kalah di kategori solo dan trio pada set pertama, lalu hanya mengantongi satu kemenangan di kategori trio. Skor akhir set pertama 1-2, sementara set kedua berakhir 0-2 tanpa kemenangan.
Menghadapi Thailand, Indonesia kembali menelan kekalahan di kedua set. Satu kemenangan di kategori solo tidak cukup menutup defisit, sehingga skor akhir tetap 0-2.
Satu-satunya kemenangan Indonesia datang saat melawan Malaysia. Di kedua set, atlet Indonesia mendominasi kategori solo dan trio dengan skor 2-0.
Format Pertandingan Naraka: Bladepoint
Nomor Naraka: Bladepoint menggunakan format dua set, masing-masing terdiri dari dua hingga tiga game. Pertandingan dibagi ke dalam dua kategori, yakni solo dan trio, yang menentukan perolehan poin akhir setiap tim.
Babak semifinal dan final nomor ini dijadwalkan berlanjut pada Kamis, 24 September 2026. Juara Naraka: Bladepoint belum ditentukan hingga fase grup selesai.
Peluang Medali di Tujuh Nomor Tersisa
Kesempatan Indonesia untuk membawa pulang medali dari cabor esports Asian Games 2026 kini bergantung pada tujuh nomor yang belum dimainkan. Nomor-nomor tersebut mencakup Mobile Legends, Honor of Kings, Identity V, Pokemon Unite, dan PUBG Mobile.
Timnas dijadwalkan kembali bertanding pada 25 September 2026 di nomor Pokemon Unite. Lima atlet yang akan tampil adalah Marcello Hillers, Muhammad Haikal, Novrizal Diananta Said, Denny Ardianyanto, dan Judha Pangabean.
Mereka akan didampingi Ahmad Marsam sebagai pelatih dan Erron Gunardi sebagai asisten pelatih. Hasil di Pokemon Unite menjadi penentu awal apakah Indonesia masih bisa bersaing di papan medali cabor esports.