PARIAMAN — Kepala UPTD BLUD Air Bersih Kota Pariaman, Edo Pratama, mengusulkan pengadaan satu unit mobil tangki air bersih berkapasitas 8 meter kubik. Usulan itu diajukan untuk direalisasikan pada 2027 mendatang.
"Kami mengusulkan pengadaan satu unit mobil tangki air bersih," ujar Edo, Jumat (2/10/2026).
Menurut Edo, kendaraan tersebut akan digunakan memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat dalam situasi tertentu, termasuk ketika bencana mengganggu akses terhadap sumber air.
Selama ini, distribusi air bersih bagi warga terdampak bencana masih mengandalkan totena atau tangki air berkapasitas sekitar 2 meter kubik. Kapasitas itu dinilai terlalu kecil untuk penyaluran cepat ke lokasi terdampak.
Keberadaan mobil tangki berkapasitas 8 meter kubik diharapkan mempercepat penyaluran air kepada masyarakat yang membutuhkan. Selisih kapasitas mencapai empat kali lipat dibanding tangki yang dipakai saat ini.
Selain mobil tangki, UPTD BLUD Air Bersih juga mengusulkan pengadaan instalasi pengolahan air (IPA) portabel. Kedua fasilitas itu diharapkan menjadi sarana pendukung penanganan kebutuhan air bersih secara cepat, khususnya di wilayah terdampak bencana.
Edo berharap usulan pengadaan yang diajukan untuk tahun anggaran 2027 dapat direalisasikan oleh Pemko Pariaman.
Di sisi lain, jumlah pelanggan layanan air bersih UPTD BLUD terus bertambah. Meski peningkatannya belum terlalu signifikan, jumlah pelanggan menunjukkan tren kenaikan dari waktu ke waktu.
"Saat ini pelanggan kami sudah mendekati 2.700 sambungan," katanya.
Pertumbuhan pelanggan itu menambah beban layanan yang harus ditanggung UPTD BLUD, terutama saat permintaan air bersih melonjak di kondisi darurat. Pengadaan mobil tangki dan IPA portabel menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan layanan tersebut.